Berita

setya novanto/net

Politik

Ketua DPR Minta Presiden Berantas Mafia Beras

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 10:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada sejumlah indikasi penyebab harga beras melambung 30 persen dari harga pasaran dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya, adalah masalah distribusi yang terhambat di tengkulak-tengkulak beras.

Begitu kata Ketua DPR RI Setya Novanto saat ditemui di Gedung Nusantara III Komplek Senayan, Jakarta (Jumat, 27/2).

"Jadi memang ini masalah mengenai distribusi dimana presiden saat sedang mengawasi terus dan harus mengamputasi dari distribusi yang dilakukan tengkulak-tengkulak," ujarnya.


Indikasi lain adalah masalah tanam di Indonesia yang kurang perhatian. Pasalnya, lanjut Setya, masalah tanam menyebabkan Indonesia masih impor beras dari negara lain dalam jumlah yang besar.

"Masalah tanam harus diperhatikan karena situasi sekarang kita masih impor. Nah kita harapkan impor kita kurangi terus. Daerah-daerah centra pertanian kita hidupkan kembali supaya bisa menggerus terus dalam hal impor pertanian itu," lanjutnya.

Politisi Golkar ini juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian khusus adanya indikasi mafia beras yang memainkan harga pasaran.

"Ya ini yang harus kita berantas karena ini menyangkut kehidupan rakyat, yang jangan sampai ini," tandasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya