Berita

ilustrasi/net

Politik

Awas, Intervensi Terhadap Parpol Jadi Senjata Makan Tuan

RABU, 25 FEBRUARI 2015 | 04:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Intervensi pemerintah terhadap internal partai, seperti Golkar dan PPP, bisa menjadi senjata makan tuan bagi Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, jika intervensi di kedua partai itu dimenangkan kubu pendukung pemerintah maka yang diuntungkan bukanlah Jokowi, melainkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kalau ternyata kubu Agung Laksono (Golkar) dan Romy (PPP) ke Jusuf Kalla, apa enggak 'sakit gigi' Jokowi? Celaka 12 itu," kata pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, dalam diskusi di pressroom DPR, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 24/2).


Selama ini, Jusuf Kalla alias JK yang merupakan mantan ketua umum Golkar, memang disebut-sebut sebagai sponsor utama pergerakan Agung Laksono di Golkar. Selain itu, JK juga ditengarai menjadi sumber pembiayaan kebutuhan Muktamar PPP kubu Romy.

Tidak dibantah Margarito bahwa bentuk intervensi pemerintah saat ini tidak seperti zaman Orde Baru. Intervensi saat ini dilakukan dalam bentuk penggelontoran uang dan janji-janji pembagian kekuasaan.

"Dibanding Orde Baru, intervensi sekarang itu polanya lebih manis, senyum-senyum tapi tiba-tiba dipecah juga. Kalau dulu 'digergaji'. Tapi sama saja substansinya," tandas Margarito. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya