Berita

FOTO:NET

Politik

Indonesia Bisa Tolak Impor Ternak dari Australia

SELASA, 24 FEBRUARI 2015 | 11:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jika pemerintah Australia sudah mengancam serius, maka Indonesia bisa menolak seluruh hasil impor ternak Indonesia dari Australia.

Begitu tanggapan dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais mengenai sikap Australia yang melecehkan Indonesia dengan meminta Indonesia mengingat kembali bantuan Australia saat tsunami Aceh 2004 dan kemudian membatalkan eksekusi mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

"Terhadap Australia, kalau mereka sudah mengancam serius, maka kita juga bisa menolak seluruh hasil ekspor ternak mereka ke Indonesia," ujar politisi PAN itu saat dihubungi (Selasa, 24/2).


Lebih lanjut, ia meminta agar sebaiknya Perdana Menteri Tony Abbott minta maaf kepada publik soal mengungkit-ungkit bantuan tsunami itu. Pasalnya, tindakan Abbott bertentangan dengan norma di Asia yang mengajarkan memberi bantuan tanpa pamrih.

"Abbott harus minta maaf, karena yang dilakukan Abbott bertentangan dengan norma Asia, yaitu membantu tanpa pamrih," sambungnya.

"Sementara bentuk protes berupa #KoinUntukAustralia tak bisa dilarang dalam demokrasi. Yang penting tetap nir-kekerasan," tandas putra Ketua MPP PAN Amien Rais itu.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya