Berita

myuran sukumaran dan andrew chan/net

Politik

Tantowi: Jangan Sampai Duo Bali Nine Jadi Komoditas Pemilu di Australia!

SELASA, 24 FEBRUARI 2015 | 10:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia adalah negara yang strategis dan bebas. Negeri ini tidak tergantung pada satu negara dan tidak mau didikte negara lain karena bebas berkehendak.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya menanggapi hukuman. mati yang dijatuhkan pemerintah terhadap terpidana mati narkoba internasional.

Tantowi justru meminta masyarakat Indonesia untuk lebih jeli mencermati pernyataan-pernyataan kontroversi Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Pasalnya, Tantowi mencium ada indikasi kepentingan politik Abbott di setiap komentar yang dikeluarkannya.


"Jangan mau dikelabui! Ini seolah-olah berlandaskan kemanusiaan, tapi lihat lagi ini kemanusiaan atau politik," lanjut ketua DPP Golkar versi Munas Bali itu, saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 24/2).

Ia menilai hukuman mati yang dilayangkan kepada dua warga negara Australia telah dijadikan komoditas politik bagi Abbott menjelang pemilu di Austraslia. Terlebih, saat ini elektabilitas Tony Abbott sedang dalam fase menurun.

"Jangan sampai kasus dua warga Australia yang dihukum mati ini jadi komoditas pemilu di Australia. Apalagi Abbott surveinya lagi anjlok. Jadi, patut diduga sebagai komoditas politik," tandasnya.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya