Berita

tony abbott/net

Dunia

Cegah Munculnya Ekstrimis Domestik, Australia Perketat Aturan

SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 16:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengumumkan rencana untuk memperkuat hukum kewarganegaraan demi mengatasi upaya penghasutan yang memicu timbulnya ekstrimis domestik.

Dalam rencananya itu, Australia akan menunda atau membatalkan status kewarganegaraan bagi warga negara ganda yang terlibat dalam terorisme. Selain itu, warga negara Australia juga bisa kehilangan beberapa hak istimewa jika melanggar undang-undang anti teror.

"Jadi warga negara Australia yang mengangkat senjata dengan kelompok teroris, harus diperlakukan sesuai," kata Abbott di  markas polisi federal di ibukota, Canberra seperti dimuat BBC pada Senin (23/2).


"Ini dapat mencakup pembatasan kemampuan untuk meninggalkan atau kembali ke Australia, dan akses ke layanan konsuler di luar negeri, serta akses ke pembayaran kesejahteraan," sambungnya.

Langkah itu diambil menyusul kekhawatiran bahwa sejumlah warga Australia yang ikut bergabung dengan kelompok militan ISIS

Pihak berwenang Australia sendiri diketahui telah membatalkan 100 paspor milik pejuang di Suriah dan Irak sejak 2010. Tapi ini tidak menghalangi mereka dari hak untuk kembali ke Australia jika mereka adalah warga negara. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya