Berita

setya novanto/net

Politik

Ketua DPR: PM Abbott Jangan Intervensi Hukum di Indonesia

SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 13:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott didesak untuk tidak mengintervensi masalah hukum yang ada di Indonesia. Apalagi menggunakan dalil pemberian bantuan tsunami sebagai alat membebaskan warga negaranya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang akan dieksekusi mati di Indonesia.

Begitu bunyi desakan yang disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto saat ditemui di gedung Senayan, Jakarta (Senin, 23/2).

"PM Abbott harus menyadari bahwa ini adalah hukum di Indonesia yang jangan sampai mempunyai suatu intervensi," ujarnya.


Dijelaskan wakil ketua umum DPP Golkar itu bahwa sikap menghormati Australia yang telah memberikan bantuan terhadap korban tsunami di Aceh, tidak serta merta bisa mengintervensi hukum di Indonesia khususnya berkaitan narkoba.

"Saya harapkan PM Abbott menyadari bahwa ini berkaitan dengan internal negara kita makanya saya selaku wakil rakyat, ketua DPR akan terus memantau. Kita harapkan pihak Australia juga menyadari kita tidak bisa dicampuri," ujar pria yang akrab disapa Setnov itu.

Setnov juga mendukung langkah masyarakat Aceh mengumpulkan koin untuk mengembalikan uang Australia yang pernah diberikan untuk membantu Aceh semasa tsunami.

"Saya selaku Ketua DPR dan wakil rakyat tentu saya melihat ini kekecewaan masyarakat Aceh dan juga masyarakat yang ada di Indonesia tentu akan menjadi perhatian saya dan tentu saya sangat mendukung masalah ini," tandasnya.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya