Berita

myuran sukumaran dan andrew chan/net

Hukum

Duo Bali Nine Diyakini Cuma Pemain Lapangan, Otaknya Hidup Mewah

SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 10:27 WIB

Dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran kini tengah menanti eksekusi hukuman mati di Indonesia. Namun, keduanya diyakini hanya pelaku di lapangan karena masih ada dalang di balik upaya penyelundupan narkoba oleh dua terpidana mati yang dikenal dengan duo Bali Nine itu.

Harian The Age di
Australia memberitakan bahwa seseorang yang diyakini sebagai otak aksi Bali Nine dalam menyelundupkan narkoba justru hidup nyaman di Australia. Dalang yang dicurigai kepolisian itu bisa menikmati kehidupan mewah justru saat orang yang membuatnya kaya, Chan dan Sukumaran menanti hukuman mati di Bali.

Mantan petinggi di kepolisian Australia menyebut pria itu sebelumnya sudah menjadi sasaran investigasi. Namun, pria yang dicurigai itu diyakini berhenti dari tindakan ilegal setelah memenangi lotere hingga jutaan dolar Australia (AUD) beberapa tahun silam.


Menurut intelijen kepolisian Australia, pria itu memiliki keterlibatan tingkat tinggi dengan sindikat yang memasok narkoba ke duo Bali Nine. Sindikat itu pula yang patut diduga memasukkan narkoba ke Australia.

Pria yang kini tinggal di Sydney itu, seperti dikutip dari JPNN, memang dikenal licin karena beberapa kali terbebas dari tuntutan pidana dari tindak kejahatan yang dilakukannya. Namun, tak lama setelah Chan dan Sukumaran ditahan polisi di Bali, pria yang diyakini jadi otak penyelundupan heroin itu memenangi lotere lebih dari 5 juta dolar Australia.

Keberuntungan luar biasa itu semakin menegaskan bahwa biasanya pelaku bisnis narkoba yang ditangkap hanyalah pemain lapangan. Sedangkan para senior di sindikat biasanya berupaya memastikan bahwa mereka tidak terlibat sehingga tetap meneruskan bisnisnya yang ilegal. Sesekali kalaupun ada yang tertangkap, biasanya adalah kurir dari luar negeri.

Chan dan Sukumaran memang tak pernah mengungkap untuk siapa mereka bekerja. Hal itu semakin menyiratkan bahwa keduanya sangat mempertimbangkan keselamatan keluarga mereka di Australia. Atau, bisa jadi mereka berdua memang tidak tahu siapa yang ada di puncak sindikat sebagai pengatur penyelundupan narkoba.

Chan dan Sukumaran hanyalah operator lapangan dalam penyelundupan narkoba meski mereka tetap dinyatakan bersalah pada tahun 2006. Peran mereka adalah mengarahkan kurir yang juga orang Australia begitu tiba di Bali.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya