Berita

net

Politik

Kinerja Lion Air Buruk, Rusdi Tidak Pantas Jadi Penasihat Jokowi

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

CEO Lion Group, Rusdi Kirana, harus bertanggung jawab dalam kelalaian maskapai Lion Air menangani ribuan penumpang yang terlantar di bandar udara akibat keterlambatan jadwal tiga hari terakhir.

"Selama ini Rusdi Kirana dipuji-puji sebagai 'King of the Sky' karena hebat bisa membeli banyak pesawat, bahkan disaksikan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Tapi ternyata Rusdi Kirana membuat malu Indonesia," kata pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana, kepada Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat lalu (Jumat, 20/2).

Menurutnya, Lion Air tidak sigap memberikan penjelasan maupun kompensasi bagi ribuan penumpangnya yang jadi korban keterlambatan jadwal.


"Tidak ada satu orang pun dari manajemen atau direksi Lion Air yang memberikan keterangan jelas tentang penyebab tidak operasionalnya sekian banyak pesawat," tutur Tjipta.

"Di mana Rusdi Kirana?" ketusnya.

Tjipta menyesalkan kasus kelalaian Lion Air sudah berkali-kali terjadi. Dengan catatan buruk tersebut, tidak seharusnya Rusdi Kirana, yang juga mantan Dirut Lion Air, masih mendapat keistimewaan menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden

"Saya sarankan Presiden Jokowi copot Rusdi Kirana dari Wantimpres karena memalukan sekali sepak terjang Lion Air miliknya," tegas Tjipta.

Ia juga mempertanyakan tanggung jawab Oesman Sapta Odang selaku salah satu Komisaris Lion Air dan tanggung jawab Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.

"Apa Jonan takut sentuh Lion Air karena Rusdi anggota Wantimpres dan dekat dengan Jokowi?" tandasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya