Berita

zulkifli hasan/net

Zulhas: Mari Syukuri Nikmat Perbedaan yang Tak Ternilai Ini

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 13:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perbedaan yang ada di Indonesia sudah sepatutnya disyukuri sebagai sebuah nikmat yang tak ternilai. Terlebih, perdamaian di negeri ini tetap terjadi di tengah perbedaan yang ada.

Begitu kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan saat mengisi acara Silaturahmi Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI dengan Pejabat Sipil, TNI/Polri, dan Anggota DPRD di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Maluku (Jumat, 20/2).

"Ini harus disyukuri tidak ternilai ini harganya Pak," ujarnya di hadapan para peserta.


Zulhas, begitu ia disapa membandingkan keberagaman di Indonesia dengan di negara-negara Arab. Di negara Arab meski keberagaman tidak terlalu banyak, sering terjadi konflik bersenjata yang menelan hingga ratusan ribu nyawa melayang.

"Coba lihat luar negeri, di Suriah lebih dari 200 ribu orang mati gara-gara konflik berkepanjangan. Di sana mana bisa bikin acara seperti ini," celetuknya.

Lebih lanjut, calon ketua umum PAN ini mencontohkan mengenai perdamaian di Indonesia. Di negeri ini, lanjutnya, perjalanan politik dilalui dengan baik meski sempat saat menjelang pilpres terbelah menjadi dua kubu.

Saat pilpres berlangsung, Zulkifli mengaku mengunjungi bebeberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari sekian TPS yang dikunjungi tidak ada satupun konflik yang terjadi. Bahkan lanjutnya, kedua kubu yang tadinya berseteru justru saling tukar rokok dan tidak mengisyaratkan perpecahan.

"Usai nyoblos pilpres, yang di TPS itu saling tuker rokok, Perbedaan di bilik tidak membuat mereka berseteru. Karena kalau untuk Indonesia kita ini satu," sambungnya.

Untuk itu, dalam kunjungan ini ia meminta menjaga kerukunan dan perdamaian ini secara bersama-sama.

"Kita jaga bersama-sama, kita kembangkan agar lebih baik. Persamaan kita cari, perbedaan kita kurangi," tandas Zulkifli Hasan.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya