Berita

Zulkifli Hasan/net

Politik

Inilah Program Revolusioner Zulkifli Hasan di PAN

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 08:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berencana merevolusi pola pikir partai politik di tanah air dengan membangun tradisi-tradisi baru. Itu alasan Zulkifli mencalonkan diri memperebutkan kursi orang nomor satu di PAN.

"Saya ingin membangun tradisi baru. Karena partai kan pilar demokrasi. Tapi fakta yang ada, partai sekarang tidak demokratis di partainya. Semua terkesan tergantung ketum," ujar Zulkifli Hasan saat ditemui di Kediaman Gubernur Maluku Said Assegaf, Ambon, Maluku (Jumat, 20/2).

Untuk mendukung cita-cita mulia itu, Zulhas menjabarkan visi misinya dalam Kongres PAN yang akan digelar di Bali pada akhir bulan ini.


Zulhas, begitu ia disapa, akan menjadikan PAN sebagai rumah besar Indonesia. Artinya semua kebijakan yang akan dilakukan PAN ke depan harus bertujuan demi kepentingan rakyat, memberantas kemiskinan, dan menghapus kesenjangan antara si kaya dan miskin.

"Program-programnya merupakan orientasi dari Indonesia. Kalau perlu pengurus nanti juga cerminan dari Indonesia, bisa dari Papua, Timor, Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan lainnya," sambungnya.

Tradisi lain yang akan dibangun adalah otonomisasi daerah. Artinya, dewan pimpinan wilayah/daerah memiliki kewenangan luas dalam mengatur partai di wilayah/daerah masing-masing. Contohnya, kewenangan dalam pemilihan kandidat yang diusung dalam Pilkada akan diberikan sepenuhnya kepada pimpinan daerah/wilayah. Dalam hal ini kapasitas Dewan Pimpinan Pusat hanya sekadar mengetahui.

"Saya menyebutnya otonomisasi. Pemerintah saja otonomi daerah, masak partai politik yang mengusung otonomi daerah tidak menjunjung otonomisasi partai," lanjut ketua MPR RI tersebut.

Visi revolusioner lainnya, adalah menghapus stigma bahwa ketua umum adalah segala-galanya di partai. Jabatan ketua umum, lanjutnya, bukan tiket otomatis capres. Maka dari itu, ia berjanji akan menggelar konvensi pencalonan presiden di PAN, jika nanti jadi ketua umum.

"Nanti kalau Allah meridhoi saya terpilih, saya akan mengadakan konvensi yang luas untuk memilih siapa capres dan cawapres. Jangan nanti parpol mendukung calon yang tidak diinginkan rakyat," tandas mantan Menteri Kehutanan tersebut. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya