Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR: Nasionalisme Memudar, Perlu Ada Lembaga Pembangunan Karakter

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 07:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kunjungan ke berbagai kota telah dilakukan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan. Tujuannya, tak lain untuk memasyarakatkan 4 konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Agar janji-janji kebangsaan kita dapat kita implementasikan dan kita wujudkan sehari-hari. Karena mulai dari reformasi 1998 sampai sekarang kita mulai kehilangan ruh kebangsaan kita," ujar Zulkifli Hasan menjelaskan tujuan kunjungan ke Ambon saat ditemui di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku (Jumat, 20/2).

Dijelaslan Zulhas, begitu ia disapa, nilai-nilai etika dan sopan santun anak muda saat ini telah mulai memudar. Berbeda dengan zaman Orde Baru yang memiliki lembaga khusus menangani pembangunan karakter bangsa.


"Zaman Pak Harto itu ada lembaga yang khusus menangani pembangunan karakter bangsa, ada BP7, pendidikan moral pancasila, kewarganegaraan. Dulu aktif sekali, bahkan di kantor gubernur ada kepala kesbangpol," sambungnya.

Atas dasar itu, Zulhas mengaku telah mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar ada lembaga khusus serupa yang menangani pembangunan karakter bangsa.

"Agar nasionalisme kita kuat. Jadi tidak hanya disosialisasikan, tapi untuk kita wujudkan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari," tandas calon ketua umum Partai Amanat nasional (PAN) tersebut. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya