Berita

Menteri Luar Negeri Libya Mohammed al-Dairi/net

Dunia

Libya Minta PBB Cabut Embargo Senjata, Mesir Satu Suara

KAMIS, 19 FEBRUARI 2015 | 14:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Libya Mohammed al-Dairi meminta PBB untuk mengakhiri embargo penjualan senjata kepada pemerintah yang diakui secara internasional demi membantu tentara Libya melawan kelompok militan ISIS.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB di New York pada Rabu (18/2), ia menyebut bahwa PBB juga memikul tanggung jawab hukum untuk membantu dan membangun kembali tentara Libya.

"Libya membutuhkan sikap tegas dari masyarakat internasional untuk membantu kami membangun kapasitas tentara nasional kita dan ini akan dimulai dari pencabutan embargo senjata sehingga tentara kita dapat menerima perlengkapan dan senjata sehingga untuk menangani terorisme merajalela ini," sebut Dairi.


"Jika kita gagal untuk memiliki senjata, maka tangan ekstirimis yantg akan bermain," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

Perlu diketahui, PBB telah memberlakukan embargo senjata terhadap Libya pada sejak tahun 2011 lalu. Embargo diberlakukan untuk melindungi warga sipil dari pemimpin lama Moammar Gaddafi dan pasukan bersenjatanya.

Pemerintah Libya sendiri telahdiijinkan untuk mengimpor senjata dan perlengkapan terkait dengan persetujuan komite Dewan Keamanan yang mengawasi embargo.

Permintaan yang diutarakan Dairi itu bukan tanpa alasan. Hal itu dilakukan menyusul aksi ISIS baru-baru ini yang merilis sebuah video eksekusi massal terhadap 21 warga Mesir. Eksekusi itu bukan lagi dilakukan di Suriah ataupun Irak yang menjadi basis pertahanan mereka, tapi di Libya.

Mesir yang geram dengan aksi itu segera melancarkan serangan udara ke Libya awal pekan ini. Tujuannya adalah melumpuhkan ISIS.

Namun demikian, Dairi menyebut bahwa Libya sendiri saat ini memerlukan dukungan untuk memerangi terorisme dan menyerukan agar tidak ada intervensi asing.

"Situasi di negara saya mengancam negara-negara tetangga di Afrika dan Eropa," tambahnya.

Libya sendiri saat ini diketahui merupakan negara yang belum sepenuhnya stabil, terutama pasca lengsernya Gaggafi dari tampuk kekuasaan 2011 lalu. Libya saat ini masih diliputi oleh konflik, terutama antar sesama kelompok militan yang berupaya mencari pengaruh. Karena itu tak heran bila Libya masih dibanjiri oleh senjata-senjata ilegal yang digunakan oleh kelompok militan. Tiga kota utama di Libya yang banyak beredar senjata adalah Tripoli, Benghazi dan Misrata.

Menanggapi permintaan Libya, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry melontarkan dukungannya Ia mengatakan bahwa masyarakat internasional memiliki tanggung jawab untuk membantu Libya menghadapi krisis.

Shoukry meminta PBB untuk mengangkat embargo agar pemerintah Libya bisa mendapatkan senjata dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan entitas non-pemerintah, seperti milisi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya