Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel

Bisnis

Mendag Diwarning Ancaman Kelangkaan Akibat Perubahan Sistem Distribusi Beras

Pemerintah Mau Salurkan Lewat Satgas
RABU, 18 FEBRUARI 2015 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengu­rangi pasokan stok beras Bulog ke Pasar Induk beras Cipinang. Alasannya, banyak yang dijual dengan harga lebih mahal.

Gobel mengungkapkan, ban­yak konsumen yang protes karena harga beras hasil operasi pasar (OP) Bulog di Cipinang di­jual di atas Rp 10.000 per liter.

Menurut dia, selama ini penyaluran beras Bulog di­lakukan melalui food station di Cipinang dan lewat satuan tu­gas (satgas). Akibat banyaknya keluhan dari masyarakat. Se­bab itu, pemerintah akan lebih banyak menyalurkan beras melalui satgas.


"Yang selama ini kita sa­lurkan ke food station akan diubah jadi lebih banyak ke masyarakat," ujarnya.

Gobel mengatakan, pember­lakuan perubahan penyaluran beras mulai dilakukan, pada Senin (17/2). Dengan adanya perubahan sistem penyaluran tersebut diharapkan masyarakat bisa merasakan langsung harga beras yang sebenarnya.

Dia juga mengungkapkan, saat pihaknya melakukan sidak ke tempat penimbunan beras, ditemukan beras Bulog yang selama ini digunakan untuk op­erasi pasar diproses kembali dan diedarkan ke pasar lain dengan harga yang lebih mahal.

"Saya masuk ke tempat penimbunan beras. Itu (beras Bulog) diproses lagi, malah masuk ke tempat lain. Seka­rang kita ubah strateginya ke masyarakat langsung melalui satgas," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Kop­erasi Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Zulkifli men­gatakan, saat ini harga beras di pasar Cipinang sudah melonjak tinggi dari awal bulan lalu.

"Saat ini harga beras paling jelek di pasar Cipinang capai Rp 10.000 per liter hingga Rp 12.000 ribu per liter. Jauh dari klaim pemerintah yang hanya Rp 8.300 per liter," ujarnya.

Menanggapi kisruh harga beras, anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar meminta pemerin­tah tidak coba-coba mengganti sistem distribusi beras.

"Jangan sampai niat kita baik untuk menjaga harga beras stabil, tapi karena sistemnya tidak siap dan coba-coba jus­tru menaikkan dan membuat langka beras," ungkapnya pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Nasril, yang harus­nya dilakukan oleh Kemente­rian Perdagangan bagaimana meningkatkan pengawasan penjualan harga beras. Ala­sannya, yang menimbulkan banyaknya penyelewengan dalam penjualan beras itu karena lemahnya pengawasan. Alhasil, membuka peluang oknum pedagang memainkan harga.

Nasril mengingatkan Ke­menterian Perdagangan harus menghapus mata rantai peny­aluran beras. Selain itu, harus dibuat kebijakan early warning di beberapa daerah remote supaya ketika ada tanda-tanda lonjakan harga bisa segera diantisipasi. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya