Berita

ilustrasi/net

Dunia

NSA Bisa Mata-matai Mayoritas Komputer di Dunia?

SELASA, 17 FEBRUARI 2015 | 14:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dikabarkan mampu menguping dan mengakses data pada komputer-komputer yang digunakan di negara-negara seperti Iran, Tiongkok, Rusia, dan sejumlah negara lainnya.

Seperti dimuat Press TV (Selasa, 17/2), NSA telah menemukan cara untuk menyembunyikan mata-mata perangkat lunak jauh di dalam hard drive yang diproduksi oleh produsen komponen komputer ternama dunia.

Kemampuan mata-mata itu yang dibuat setelah menjalani proses yang lama itu merupakan bagian dari program mata-mata yang ditemukan dan diungkapkan oleh Kaspersky Lab, pembuat perangkat lunak keamanan yang berbasis di Moskow.


Menurut Kaspersky, sekitar 30 negara telah diidentifikasi di mana komputer terinfeksi dengan satu atau lebih program mata-mata.

Selain Iran, Rusia dan Tiongkok, mata-mata itu juga menargetkan Pakistan, Afghanistan, Mali, Suriah, Yaman dan Aljazair.

Menurut Kaspersky, sasaran itu termasuk pemerintah dan lembaga-lembaga militer, perusahaan telekomunikasi, bank, perusahaan energi, peneliti nuklir, media, dan aktivis Islam.

Namun demikian perusahaan itu menolak menyebutkan negara mana saja yang berkepentingan di balik kampanye mata-mata tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya