Berita

Pimpinan DPR: Jadi Tersangka, Abraham Samad harus Mundur

SELASA, 17 FEBRUARI 2015 | 10:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam UU 30/2002 tentang KPK disebutkan, pimpinan KPK yang menjadi tersangka akan diberhentikan sementara melalui keputusan presiden. Karena itu, Ketua KPK Abraham Samad harus mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen.

"Dengan ditetapkannya status Pak Abraham Samad menjadi tersangka, ya harus berhenti sementara. Itu kan sesuai UU," ujarWakil Ketua DPR Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/2).

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu berujar, Presiden Joko Widodo harus melakukan upaya penyelamatan lembaga anti-rasuah tersebut. Karena dua dari empat pimpinan KPK saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.


"Status dan situasi seperti ini harus ada langkah penyelamatan untuk KPK, dalam hal ini presiden harus turun tangan. Bisa dengan mengeluarkan Keppres (Keputusan Presiden). Apalagi semua komisioner KPK masa waktunya akan berakhir tahun ini, apakah dipercepat atau tidak," beber dia.

Lebih lanjut, Fadli meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap Abraham Samad.

"Saya perlu mengimbau agar semua pihak menghargai proses hukum. Kan polisi itu tidak sewenang-wenang menjadikan seseorang tersangka pasti ada bukti-buktinya, pun sebaliknya dengan KPK," tandas Fadli Zon. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya