Berita

ilustrasi/net

Kementerian Kelautan Janji Negara Selalu Hadir Lindungi Nelayan

SELASA, 17 FEBRUARI 2015 | 05:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji akan terus menjadi partner bagi semua kelompok nelayan di Indonesia. Sebab itu, pemerintah senantiasa terjun langsung dengan berkunjung ke daerah-daerah nelayan tradisional.

Kepala Pusat Analisis Kerja Sama Internasional dan Antar Lembaga KKP, Anang Noegroho mengatakan, agenda turun ke bawah (turba) ini sengaja dilaksanakan dalam rangka mendengar aspirasi para kelompok nelayan tradisional di berbagai daerah.

"Dengan adanya agenda mengunjungi kampung-kampung nelayan, kita jadi tahu problem-problem yang tengah dihadapi nelayan," kata Anang, dalam sambutannya di acara dialog dengan nelayan tradisional di Kampung Nelayan Marunda Kepu, Jakarta Utara, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi (Senin, 16/2).


Dia menjelaskan, hal ini sudah menjadi tanggungjawab bagi KKP untuk senantiasa mendengarkan dan melindungi kelompok-kelompok nelayan tradisional di tanah air. Berbagai problem kini tengah dihadapi para nelayan, seperti murahnya harga ikan, fasilitas tangkap ikan yang belum memadai, serta jaminan hidup layak yang belum terakomodasi. Tak ayal, bila hingga kini kalangan nelayan tradisonal masih dikategorikan dalam masyarakat dengan ekonomi ke bawah.

"Problem-problem ini yang akan kita berikan perhatian secara lebih. Tujuannya, agar para nelayan tradisional punya jaminan hidup yang layak dan sejahtera. Seperti saat ini, karena kebutuhan nelayan Kampung Marunda Kepu adalah beberapa alat tangkap ikan, seperti jaring dan waring, maka itu akan kami penuhi," ungkap Anang.

Saat ini, sudah waktunya bagi para nelayan tradisonal untuk berkembang, baik secara kapasitas maupun penggunaan alat yang lebih modern. Hal ini terutama untuk menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun ini.

"Negara akan terus memberikan peran yang lebih besar bagi para nelayan tradisional. Hal ini agar kita sama-sama siap menuju MEA 2015. Selain itu, negara akan melindungi nelayan-nelayan tradisonal," lanjutnya..

Pada kesempatan ini, KKP juga memberikan bantuan berupa sembako untuk Nelayan Kampung Marunda Kepu. Bantuan itu diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nelayan dikarenakan tidak bisa melaut dalam beberapa bulan ini, terlebih mereka juga menjadi korban bencana banjir yang akhir-akhir ini menyerang Ibu Kota.

Selain sembako, KKP juga memberikan bantuan modernisasi kapal, alat tangkap, fasilitas demo farm untuk petambak, kartu nelayan (sertifikasi hak atas tanah nelayan), serta rehabilitasi lahan petani garam yang sebagain besar dilaksanakan di sentra nelayan yang dekat dengan pelabuhan perikanan. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya