Berita

anas urbaningrum/net

Politik

Anas Urbaningrum Berkicau tentang Teror yang Cuma Teknologi Citra Mencari Simpati

SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 20:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada yang menilai teror adalah hal yang biasa terjadi dan bisa menimpa setiap orang, apalagi jika orang tersebut adalah pejabat publik. Namun begitu, ada juga yang memandang bahwa teror merupakan hal yang serius karena dihubungkan dengan isu pelemahan sebuah lembaga.

Begitu kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kicauan di akun jejaring sosial Twitter @anasurbaningrum tentang teror. Dalam kultwit malam ini, Anas menggunakan tanda pagar #terorwayang dan mengakhiri kicauan dengan tanda *abah, pertanda twit merupakan kicauan langsung Anas.

"Belakangan ini populer istilah teror. Ada yang mengaku mendapatkan teror. Bahkan mengancam nyawa," cuitnya.


Di satu sisi, Anas tidak menampik bahwa ada sejumlah orang yang akan menganggap bahwa isu teror dilempar ke publik untuk mendapatkan simpati masyarakat.

"Ada pula yang menganggap isu teror hanya "teknologi citra" untuk mendapatkan simpati. Hanya drama," sambung pendiri ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu.

Dalam menanggapi isu teror tersebut, lanjut Anas, tentu ada sejumlah pihak yang mendesak presiden untuk segera turun tangan, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib dan nyawa yangg diteror. Menurutnya, setiap orang bebas mengartikan makna teror.

"Silahkan dinilai siapa yang layak diteror dan meneror. Siapa yang biasa meneror dan diteror. Bebas menilai," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah pegawai dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami teror dari oknum tak dikenal. Diduga teror ini berhubungan dengan kisruh yang menimpa lembaga anti rasuah tersebut dengan Polri. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya