Berita

net

Sosialisasi Pilar Kebangsaan Perlu Disegarkan Agar Efektif

SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 03:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Badan Sosialisasi MPR RI menggelar acara Penyegaran Materi Sosialisasi Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang menjelaskan, maksud dari penyegaran dalam ajang tersebut adalah dalam rangka evaluasi metode MPR dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan tersebut.

Oso, begitu ia disapa, menilai bahwa perlu ada inovasi baru dalam menyosialisasikan pilar-pilar kebangsaan agar lebih efektif dan efisien mengena langsung ke masyarakat.


"Jangan salahkan 'lho kok kamu nggak mau dengar lagi Pancasila'. Itu terjadi karena sudah tidak populer menyesuaikannya," ujarnya di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta (Jumat, 13/2).

Sosialisasi, lanjut Oso, tidak boleh monoton maupun menjenuhkan. Mekanisme sosialisasi harus tepat sasaran siapa yang dituju. Contohnya, jika menyasar kawula muda maka gaya sosialisasinya harus menyesuaikan juga.

"Sistem sosialisasinya kita bisa menggunakan gaya-gaya anak sekarang. Misalnya, pakai baju bertulis 'I Love Indonesia' dan sebagainya yang kreatif, dan mudah diingat," jelasnya.

Tidak hanya itu, sosialisasi pilar kebangsaan juga bisa dilakukan melalui media massa baik online, cetak, dan televisi. Hal ini dirasa lebih efektif menyasar masyarakat secara keseluruhan.

"Kita sekarang harus lebih mendekati media karena itu akan sampai, dan buktinya kan ada. Termasuk lewat komik juga bisa," tandas Oso. [why] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya