Berita

net

MPR: Penting Bagi Masyarakat Memahami Pilar Kebangsaan

SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 01:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Salah satu tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagaimana termaktub dalam pasal 5 Undang-Undang MD3 adalah memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pasalnya, penting bagi masyarakat untuk bisa memahami arti pilar-pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu disampaikan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang saat membuka Penyegaran Materi Sosialisasi Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR RI yang dihelat Badan Sosialisasi MPR di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta (Jumat, 13/2).

"Maka dari itu, kita semua sangat memahami arti pentingnya sosialisasi pilar-pilar ini," ujarnya di hadapan anggota Badan Sosialisasi MPR.


Dijelaskan Oso, sapaan akrabnya, tidak satu pun negara di dunia yang dapat berdiri tanpa ideologi. Tidak hanya itu, sekalipun ada ideologi tetapi rakyat tidak memahami maka negeri itu juga akan mengalami kehancuran.

"Dalam proses sejarahnya para pendiri bangsa sudah merumuskan apa yang harus menjadi dasar bangsa Indonesia. Negarawan-negarawan kita sudah sepakat bulat Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia. Mengingkari Pancasila hanya akan mengundang bencana," jelasnya.

Menurut Oso, sebuah negara akan berjalan tertib jika didukung dengan hukum dasar kuat. Hukum dasar itu mengatur hak dan kewajiban dari warga negara, sistem, lembaga negara, dan hal lain pendukung demokrasi dan cita-cita Indonesia.

"Hukum dasar itu di negara kita bernama UUD 1945," ujarnya.

Sementara mengenai, NKRI, dia menjelaskan bahwa sebagai negara kepulauan bentuk negara kesatuan adalah final bagi Indonesia. Setidaknya ada 10 negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

"Agar keutuhan negara terjamin, maka konsep NKRI diwujudkan sebagai pemersatu bangsa," lanjut Oso lagi.

Sedangkan mengenai keberagaman Indonesia yang terdiri dari ratusan budaya dan adat istiadat harus dipandang sebagai kekayaan bangsa. Semua harus disatukan dengan rasa memiliki Indonesia.

"Tanpa persatuan mustahil ada kesejahteraan dan pembangunan," tandas Oso.

Badan Sosialisasi MPR sendiri merupakan badan yang bertugas memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Badan ini diisi 45 anggota MPR dan dikepalai Ketua Fraksi PDIP untuk MPR Ahmad Basarah. [why] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya