Berita

paus fransiskus dan Shahindokht Molaverdi/net

Dunia

Paus Fransiskus: Kebebasan Berekspresi Beda dengan Menghina Agama Lain

JUMAT, 13 FEBRUARI 2015 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus mengecam masyarakat Barat yang terus membenarkan penghinaan terhadap agama di bawah payung kebebasan berekspresi.

Padahal, kata Paus Fransiskus, kebebasan berekspresi tidak berarti menghina agama atau kesucian beragama.

Hal itu diutarakannya dalam pertemuan Paus dengan Wakil Presiden Iran yang menangani urusan perempuan dan keluarga, yakni Shahindokht Molaverdi di Vatikan pada Kamis (12/2).


Paus diketahui telah berulang kali menyatakan ketidakpuasannya dengan tren penodaan agama di Barat yang seolah mendapat moementum baru setelah terjadinya serangan teroris mematikan di Perancis pada awal Januari lalu.

Pada tanggal 7 Januari lalu diketahui bahwa kantor majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo diserang oleh dua orang bersenjata. Ada 12 orang tewas dalam insiden yang diklaim dilakukan oleh anggota dari cabang Al-Qaeda di Yaman.

Selang beberapa hari kemudian, Charlie Hebdo menerbitkan edisi terbaru dengan menempatkan kartun yang menghujat tokoh paling dihormati Islam yakni, Nabi Muhammad.

Tokoh Muslim di seluruh dunia mengecam hal itu, baik serangan teror di Charlie Hebdo maupun kartun yang menghujat Nabi Muhammad.

Hal Senada juga diutarakan oleh Paus Fransiskus.

"Anda tidak bisa memprovokasi. Anda tidak bisa menghina agama orang lain. Anda tidak dapat membuat olokan iman orang lain," sebutnya seperti dimuat Press TV.

Dalam catatan redaksi, pernyataan semacam ini merupakan pernyataan kedua dari Paus terkait kasus Charlie Hebdo.

Berbicara kepada wartawan yang terbang satu pesawat bersamanya dalam kunjungan dari Sri Lanka ke Filipina pada pertengahan Januari lampau, Paus Fransiskus menegaskan, ia tetap membela kebebasan berekspresi. Tetapi ia juga menekankan batas-batasnya. Untuk diketahui, Takhta Suci Vatikan dan Paus sendiri pernah menjadi bahan olok-olok majalah kecil di Paris itu.

Paus mengatakan agama harus diperlakukan dengan hormat. Tidak ada pembenaran dalam tindakan yang menghina agama orang lain. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya