Berita

Dunia

Pembunuhan 3 Mahasiswa Muslim AS Dipicu Pemberitaan Media Barat Soal Islam?

KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 14:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Media-media mainstream yang didominasi oleh media Barat tidak menjadikan kasus pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di dekat University of North Carolina sebagai sorotan utama pemberitaan. Hal ini pun memicu pertanyaan soal, di mana media-media mainstream ketika Muslim menjadi korban dalam sebuah kejadian?

Seorang asisten profesor di Departemen Komuniskasi di Universitas Alabama, Mohamad Elmasry pun mencoba mengelaborasi posisi media mainstream dalam pemberitaan terkait Muslim. Hal itu diutarakannya dalam sebuah opini yang dipublikasikan Al Jazeera (Rabu, 11/2).

"Mengingat apa yang kita ketahui mengenai penggambaran media barat tentang Islam dan Muslim di satu sisi dan efek media serta teori di sisi lain akan bodoh rasanya bila mengabaikan representasi media barat sebagai faktor penyebab potensial sentimen dan kejahatan anti-muslim," tulis Elmasry.


"Bahkan, ada kemungkinan bahwa sentimen dan kejahatan anti muslim, setidaknya sebagian, didorong oleh penggambaran media Barat terkait Islam dan Muslim yang cenderung satu sisi, sempit, sensasional dan bisa dibilang fanatik," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak akademisi termasuk Edward Said, Elizabeth Poole, Kai Hafez, Milly Williamson, Karim Karim, Teun Van Dijk, Kimberly Powell, dan Dina Ibrahim yang melakukan kajian studi mengenai peliputan media barat terkait Islam dan Muslim.

Hasilnya menunjukkan bahwa Muslim sering digambarkan dalam media Barat dengan kekerasan, kemunduran, serta ancaman fundamentalis bagi peradaban Barat. Pemberitaan media-media Barat pun jarang menyoroti Islam kecuali untuk menujukkan kaitannya dengan kekerasan atau kekejaman. Muslim pun jarang disebutkan dalam konteks beita positif.

Dalam beberapa studi, jelas Elmasry, ditemukan bahwa umat Islam kerap digambarkan sebagai sebuah badan yang homogen dan tidak menerima keragaman atau pun berbedaan. Analisa lain pun menyiratkan bahwa Islam dicitrakan sebagai agama kekerasan dan rawan konflik.

"Dalam studi lain ditemukan adanya inkonsistensi peliputan konflik global dan regional yang diwarnai dengan kekerasan," katanya.

Ia menjabarkan, ketika orang-orang Kristen, Yahudi dan non-Muslim lainnya dibunuh oleh Muslim, identitas keislaman pelaku pun disoroti. Bahkan dibuat korelasi langsung antara ulah pelaku dengan Islam.

"Namun, ketika umat Islam dibunuh oleh orang-orang Yahudi, Kristen dan non-Muslim, identitas keagamaan pelaku kekerasan itu pun diabaikan dan tidak menjadi sorotan," tulis Elmasry.

Salah satu hal yang bisa dilihat, kata Elmasry, adalah pembentukan opini tentang kelompok militan Al-Qaeda atau ISIS yang kerap dicitrakan memiliki kaitan dengan agama Islam. Sejumlah pakar atau analis yang memberikan pendapat soal fenomena itu pun justru semakin menyudutkan posisi Islam, seolah kelompok militan semacam itu adalah representasi Islam secara keseluruhan.

Padahal pada kenyataanya, umat Muslim pun mengecam ulah Al Qaeda dan ISIS yang brutal. Kecaman dari pakar, analis, akademisi, tokoh, organisasi, dan bahkan pemerintahan Muslim tidak jarang diabaikan dan tidak menjadi sorotan sehingga tidak terpublikasi dengan baik. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya