Berita

Yusor Mohammad Abu-Salha, Razan Mohammad Abu-Salha/net

Dunia

Pembunuhan 3 Muslim AS Termotivasi Kebencian Terhadap Islam?

KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 10:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ayah dari dua orang mahasiswi Muslim yang menjadi korban pembunuhan Selasa lalu, Mohammad Abu-Salha, menyebut bahwa aksi tersebut termotivasi oleh kebencian terhadap umat Islam.

Dua putri Abu-Salha, yakni Yusor Mohammad Abu-Salha (21) dan adiknya, Razan Mohammad Abu-Salha (19) tewas ditembak oleh seorang pria bernama Craig Stephen Hicks (46) di apartemennya dekat dengan University of North Carolina di Chapel Hill. Dalam kejadian itu, suami Yusor juga ikut tewas ditembak, yakni Deah Shaddy Barakat (23).

Pihak kepolisian setempat sebelumnya menyebut, bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi itu dilatarbelakangi oleh perselisihan antara Hicks dan korban terkait lahan parkir. Hicks sendiri diketahui tinggal satu lingkungan dengan para korban.


"Ini bukan sengketa tempa parkir, ini adalah kejahatan rasial," kata ayah Abu-Salha.

"Orang ini telah memilih pada putri saya dan suaminya beberapa kali sebelumnya, dan ia berbicara dengan pistol di pinggangnya," tambahnya.

Pihak kepolisian menyebut, mereka saat ini tengah melakukan penyelidikan, apakah pembunuhan itu dimotivasi oleh agama.

"Kami memahami kekhawatiran tentang kemungkinan bahwa pembunuhan ini dilatari  kebencian rasial dan kami akan telusuri setiap petunjuk untuk menentukan apakah itu terjadi," kata Kepala Kepolisian Chapel Hill Chris Blue seperti dimuat Press Tv (Kamis, 12/2).

Sebelumnya, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) telah mengutuk aksi penembakan tersebut dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki motif di balik pembunuhan tersebut.

"Berdasarkan sifat brutal kejahatan ini, laporan terakhir anti-agama tersangka, pakaian keagamaan dua korban, dan meningkatnya retorika anti-Muslim dalam masyarakat Amerika, kami mendesak pihak penegak hukum negara bagian dan federal untuk cepat mengatasi spekulasi motif bias mungkin dalam kasus ini, "kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya