Berita

foto: kondisisalah satu kamp pengungsian di nigeria/net

Dunia

Pengungsi Boko Haram Diperkosa dan Dijual, Nigeria Turun Tangan

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 12:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Nigeria melakukan investigasi atas laporan soal adanya tindakan pemerkosaan, penculikan anak, serta pelanggaran lainnya terhadap para pengungsi yang melarikan diri dari kelompok militan Boko Haram di kamp pengungsi internal (IDP).  

Investigasi itu dilakukan menyusul adanya laporan yang ditulis oleh seorang jurnalis lepas, Charles Dickson yang menyebut ada ratusan gadis muda yang diperdagangkan dari kamp tersebut. Laporan itu sendiri telah dipublikasikan oleh Centre for Investigative Reporting (ICIR).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa banyak pengungsi yang tidak terdaftar yang datang. Kapasitas kamp resmi pun tak lagi mampu menampung jumlah pengungsi yang berdatangan. Akibatnya, banyak kamp-kamp darurat yang dibuat.


Laporan yang mengutip keterangan seorang perawat yang tak disebutkan namanya itu menyebutkan bahwa banyak anak-anak yang dibawa ke rumah sakit setelah diperkosa di kamp-kamp pengungsi tersebut.

Bahkan laporan itu juga menyebutkan adanya pengungsi yang dijual sebagai pekerja rumah tangga tanpa upah. Bahkan dalam beberapa kasus ada pengungsi yang mengalami kekerasan seperti diperkosa berulang kali, dibakar, atau dilukai dengan pisau.

Menanggapia danya laporan tersebut, badan negara untuk penanganan darurat nasional Nigeri (NEMA) telah membentuk sebuah panel untuk melakukan investigasi. Investigasi kemudian akan dilakukan dengan cara mengunjungi setiap kamp pengungsi yang ada.

Menurut data dari Komisi Nasional Pemilihan Independen Nigeria, seperti dimuat BBC, ada sekitar 3.2 juta orang yang pergi meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari ulah kelompok militan Boko Haram. Sekitar setengah dari mereka melarikan diri di dalam negeri, sementara sisanya ke negara-negara tetangga. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya