Berita

Dunia

Resmi, Kedubes Korea Utara Protes Pemerintahan Jokowi

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 22:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia adalah salah satu negara istimewa bagi rakyat Korea Utara. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Indonesia ada di lubuk hati bangsa Korea.

Hubungan baik kedua negara telah terbangun sejak masa Presiden Sukarno dan Presiden Kim Il Sung. Bahkan, adalah Presiden Sukarno yang memberikan anggrek khusus kepada Presiden Kim Il Sung dan meminta agar anggrek itu diberi nama Bunga Kimilsung.

Tetapi hari ini rakyat Korea Utara kecewa pada Indonesia karena memberi tempat pada pihak-pihak yang selama ini berupaya menistakan dan menyudutkan Korea Utara.


Demikian disampaikan Dutabesar Republik Demoratik Rakyat Korea, Ri Jong Ryul, dalam jumpa pers yang digelar di Kedubes Korut siang tadi (Selasa, 10/2) merujuk pada simposium yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi HAM Korea Selatan di Hotel Sultan, Jakarta. Simposium itu membahas HAM Korut tanpa melibatkan pihak Korut.

Rakyat Korea menganggap Indonesia sebagai negara baik yang memiliki hubungan persahabatan tradisional  dengan Korea Utara,” kata dia.

Dubes Ri mengatakan pihaknya sudah menyampaikan protes tertulis dan resmi kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Luar Negeri. Korut juga mengirimkan surat protes itu ke pihak Interpol.

"Simposium ini adalah intervensi pada urusan dalam negeri Korea Utara. Negara kami melindung HAM setiap warganegara. Tetapi negara boneka Korea Selatan dan Amerika Serikat selalu memojokkan kami," ujarnya lagi.

Menurut Dubes Ri, sudah sewajarnya pihak Korea Utara dilibatkan. Tetapi Kedubes Korea Utara sama sekali tidak pernah menerima undangan.

"Kami seharusnya mengambil peran dalam simposium itu. Kami harus mengklarifikasi prinsip dan pandangan kami tentang HAM serta praktik perlindungan HAM di negara kami," demikian Dubes Ri. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya