Berita

POHON BAOBAB/IST

Ternyata Harga Satu Biji Bibit Pohon Baobab Hanya Rp1000

SELASA, 03 FEBRUARI 2015 | 12:26 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membeli beberapa pohon eksotis berjenis Baobab dari Afrika untuk ditempatkan di Waduk Ria Rio. Namun satu pohon eksotis tersebut harganya mencapai angka Rp750 juta.

Namun, tahu kah anda berapa harga biji atau bibit pohon tersebut bila dijual di pedagang tanaman hias di Ibukota?

Harganya sangat murah sekali untuk satu biji bibit pohon eksotis tersebut, yakni hanya Rp1000 saja.


Ikhwan (45) pedagang tanaman yang setiap hari menjajakan jualanya di sekitar Senayan, Jakarta Pusat mengatakan, pohon Baobab di Indonesia dikenal sebagai pohon Ki Tambleg atau Asem Buto. Di Indonesia, Pohon Baobab kebanyakan dijual dalam bentuk biji serta berbentuk bonsai.

"Untuk harganya satu biji sekitar Rp 1.000. Sedangkan untuk bonsai perbatang Rp 500 ribu," ujar Ikhwan saat berbincang dengan RMOLJakarta dilokasi tempatnya berjualan di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

Pohon tersebut berasal dari Afrika. Tanaman ini banyak diburu oleh kolektor tanaman untuk dijadikan bonsai. Sebab bentuk pohon Baobab sangat unik, lantaran saat tumbuh dan daunya penuh akan menyerupai pohon brokoli.

"Kebanyakan dibonsai, tapi pohonnya juga bisa menyerap air banyak, makanya banyak orang yang beli," tutur Ikhwan.

Ikhwan melanjutkan, Pohon Baobab bisa tumbuh hingga ratusan tahun. Bahkan tingginya bisa mencapai 50 meter. Tidak hanya itu, disejumlah tempat, buah pohon baobab juga dimanfaatkan untuk makanan. Namun sayang pohonya jarang sekali berbuah.

"Berbuahnya entar kalau sudah lewat lima tahun," jelasnya.

Jadi apabila pohon yang akan dibeli oleh Pemprov DKI berusia puluhanan tahun dan didatangkan langsung dari Afrika maka wajar jika harganya mahal.

”Kalo itu asli dari Afrika ya wajar, tapi kalo dari Indonesia ya terlalu mahal," ujarnya.

Saat ini Pemprov DKI sudah membeli sekitar lima unit pohon eksotis tersebut. Pengadaan pohon ini diklaim telah disetujui oleh Gubernur DKI dan pembeliannya melalui e-budgeting.

‎Dalam RAPBD DKI 2015, dinas pertamanan dan pemakaman DKI mengajukan anggaran Rp1,303 triliun untuk menjalankan programnya tersebut. [agoeng maryana/sim/jkt/adm]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya