Berita

Bisnis

KPPU dan KPK Diminta Periksa Proses Tender Crude Oil ISC-Pertamina

MINGGU, 01 FEBRUARI 2015 | 12:30 WIB | LAPORAN:

Target pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memberantas mafia minyak gas (migas) dikhawatirkan akan gagal. Pasalnya, proses tender pembelian crude oil oleh Pertamina yang menggunakan Integrated Supply Chain (ISC) dipandang tidak berjalan transparan dan diskriminatif terhadap peserta.

"Jika seperti ini yang terjadi di ISC maka sudah dipastikan negara dan rakyat akan dirugikan triliunan rupiah lagi," kata Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Tri Widodo dalam rilisnya, Minggu (1/2).

Menurut Tri, ada kejanggalan dalam proses tender impor minyak mentah oleh ISC yang memenangkan Sonangol EP. Untuk diketahui, pada bulan November 2014 lalu, Sonangol EP atau Sociedade Nacional de Combustiveis de Angola EP telah meneken kerja sama dengan Presiden Joko Widodo untuk mengekspor minyaknya ke Indonesia. Salah satu pemilik Sonangol, Sam Pa Kawan dekat Surya Paloh Ketua Umum Nasdem yang menjadi pintu masuk ke Pertamina.


Selain itu yang perlu dicatat, tender crude oil yang dilakukan oleh ISC itu akan diolah menjadi BBM premium dan solar, yang notabene masih disubsidi oleh pemerintah.

"Artinya ada pengunaan dana yang berasal dari APBN untuk membeli crude oil tersebut," jelasnya.

Sebab itulah FSP BUMN Bersatu, lanjut Tri, memandang proses tender crude oil oleh ISC yang memenangkan Sonagol EP telah meyalahi  dan melanggar Keppres nomor 80/2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan  Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah dan Permeneg BUMN Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman  Pelaksanaan  Pengadaan Barang /Jasa Di BUMN.

"FSP BUMN Bersatu mendesak KPPU untuk memeriksa adanya dugaan  persekongkolan tender antara Sonagol EP dengan ISC yang diduga diprakasai oleh Surya Paloh," ujarnya.

FSB BUMN Bersatu juga meminta Kejaksaan Agung dan KPK turut menyelidiki kejanggalan ini.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya