Berita

foto: fidel castro/net

Dunia

Kuba dan AS Mulai Perbaiki Hubungan Diplomatik, Fidel Castro Angkat Bicara

SELASA, 27 JANUARI 2015 | 10:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan pimpinan Kuba Fidel Castro tampak memberikan dukungan pada upaya pemulihan hubungan antara Kuba dan Amerika Serikat. Kedua negara diketahui telah sepakat untuk memperbaiki hubungan diplomatik sejak bulan lalu.

"Saya tidak percaya kebijakan Amerika Serikat, juga pertukaran dengan mereka. Tapi hal ini tidak berarti penolakan atas solusi damai atas konflik atau bahaya perang," kata Fidel Castro dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs surat kabar Partai Komunis Kuba Granma pada Senin (26/1).

Hubungan Kuba dan Amerika Serikat sendiri mulai memasuki babak baru terutama setelah digelarnya pertemuan tingkat tinggi kedua negara yang digelar pekan lalu di Havana. Pertemuan itu diharapkan bisa menjadi titik balik untuk mengarah pada perbaikan hubungan diplomatik yang pernah terputus pada tahun 1961 antara kedua negara.


"Setaip negosiasi damai atas masalah antara Amerika Serikat dan masyarakat Amerika Latin yang tidak berarti kekerasan atau penggunaan kekerasan harus diperlakukan sesuai dengan norma-norma dan prinsip-prinsip internasional," jelas Fidel Castro.

"Kami akan selalu membela kerjasama dan persahabatan dengan semua bangsa di dunia, di antaranya lawan politik kita," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Sikap Fidel Castro itu agaknya cukup mengejutkan. Pasalnya, Fidel yang mengambil alih kekuasaan di Kuba melalui sebuah revolusi pada tahun 1959 itu telah menghabiskan waktu sekitar 49 tahun untuk melawan Amerika Serikat.

Namun Fidel terpaksa menyerah pada keadaan ketika pada tahun 2008 mengundurkan diri dari jabatannya karena kesehatan yang memburuk. Kekuasaan Kuba pun kini dipegang oleh Raul Castro yang telah berusa 83 tahun. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya