Berita

net

Politik

Siapakah Dalang Konflik Cicak dan Buaya?

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 14:31 WIB | OLEH:

KONFLIK antara penegak hukum di negeri ini ibaratnya seperti pertunjukan wayang. Sang Dalang tengah asyik memainkan wayang simpanannya satu persatu untuk dimainkan di atas panggung dengan lakon dan pakem yang sesuai keinginannya.

Emosi para penonton yang notabene adalah rakyat Indonesia pun berhasil dibangun di dalam lakon yang memperlihatkan betapa hebatnya Sang Dalang, yang tampaknya memiliki segudang pengalaman dan menguasai strategi pertempuran.

Di dalam lakon pertunjukan itu, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, dibuat seolah tak berdaya dan tak berwibawa oleh Bareskrim Polri karena dicokok dalam situasi yang tidak sebagaimana mestinya. Bahkan Plt. Kapolri pun tidak dilaporkan tentang penangkapan seorang pejabat negara yang notabene adalah pemimpin penegak hukum.


Sebelumnya, Sang Dalang dengan meminjam tangan KPK, telah membuat calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dikondisikan sebagai tersangka. Sehingga, gagal dilantik oleh Presiden Joko Widodo walau telah mendapat persetujuan Komisi III DPR-RI. Padahal, kasus rekening gendut sudah lama disimpan tanpa ada kelanjutan dan tiba-tiba dimunculkan kembali.

Penangkapan Bambang Widjojanto tampaknya memang sengaja dilakukan pada saat ulang tahun Ketua Umum PDIP, sehingga akan tercipta kesan bahwa ini adalah sebagai hadiah ulang tahun bagi sang Ketua Umum. Lalu timbul pemikiran bahwa semua skenario ini adalah kerjaan para petinggi PDIP. Apalagi sebelumnya sejumlah pihak dari PDIP tampak aktif menggelar jumpa pers yang menyudutkan Abraham Samad.

Cerita pertunjukan wayang ini dibuat dengan menciptakan konflik antara dua instansi penegak hukum, yang dengan kewenangan masing-masing instansi diharapkan akan saling menunjukkan kekuatannya dengan aksi balas membalas (seperti tampak selama ini).

Dengan kejadian tersebut, pihak KPK diharapkan segera membuat perhitungan atas apa yang telah dialami, misalnya dengan mempercepat kasus BLBI dan menjadikan Ketua Umum PDIP sebagai tersangka sehingga kasusnya dapat segera disidangkan.

Sang Dalang tampaknya ingin menjadikan semua peristiwa ini sebagai suatu bagian pertempuran terselubung untuk dapat menguasai secara penuh sosok yang saat ini tengah berkuasa. Sehingga seluruh agenda Sang Dalang terhadap sosok yang tengah berkuasa dapat terlaksana tanpa hambatan dari pihak yang selama ini dianggap sebagai pengganggu atau pemberi pengaruh. Dan wayang pun dapat bebas dimainkan.

Institusi Kepolisian RI dan KPK serta PDIP telah berhasil dimainkan dan dibenturkan oleh Sang Dalang yang tampaknya bukan orang sembarangan.

Siapakah Sang Dalang yang begitu piawai dalam konflik yang sangat berbahaya dengan mempertaruhkan masa depan bangsa dan negara ini?

Berhasilkah dia dalam mencapai tujuan yang diinginkannya? Semoga Allah Yang Maha Kuasa melindungi negara tercinta ini...

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya