Berita

ilustrasi

Bisnis

Tekan Harga Sembako, Jokowi Kejar Distributor

JUMAT, 16 JANUARI 2015 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah Bakal Tindak Pelaku Usaha Yang Mainkan Stok Barang
Presiden Jokowi menargetkan penurunan harga bahan kebutuhan pokok seiring rencana pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Bekas Gubernur DKI Jakarta itu memperingatkan distributor agar tidak memainkan harga.

Penurunan harga BBM belum lama ini tidak diikuti penurunan harga bahan pokok. Jokowi berencana kembali menurunkan harga BBM menjadi sekitar Rp 6.400-6.500 per liter. Kali ini, Jokowi ingin penurunan harga BBM harus diikuti penurunan harga bahan kebutuhan pokok. Dia menya­takan, akan menindak tegas distributor dan pelaku usaha lain yang ketahuan menimbun stok untuk menaikkan harga.

Saya akan kejar pemilik pe­rusahaan, pebisnis atau distribu­tor besar, grosir sembako agar harga-harga ikut turun. Hati-hati yang suka mainkan harga,” kata Jokowi dalam acara Indonesia Outlook 2015 dengan tema Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri & Berkepriba­dian di Jakarta, kemarin.

Saya akan kejar pemilik pe­rusahaan, pebisnis atau distribu­tor besar, grosir sembako agar harga-harga ikut turun. Hati-hati yang suka mainkan harga,” kata Jokowi dalam acara Indonesia Outlook 2015 dengan tema Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri & Berkepriba­dian di Jakarta, kemarin.

Jokowi menargetkan, inflasi turun serendah-rendahnya hing­ga di bawah 5 persen. Dia yakin, mengawasi ketat distributor efektif untuk menekan inflasi. Hal tersebut, menurutnya, per­nah dia lakukan di Solo.

Saat jadi Walikota Solo, inflasi bisa berada di sekitar 1,53 persen. Setiap minggu saya datangi distributor besar di Solo,” kisahnya.

Selain harga bahan pokok, Jokowi juga ingin penurunan harga BBM menurunkan tarif angkutan.

Seperti diketahui, pada awal tahun pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium dari 8.500 menjadi Rp 7.600 per li­ter. Harga solar turun dari 7.500 menjadi 7.250 per liter. Sayang­nya, berdasarkan pantauan di sejumlah daerah, turunnya harga BBM tidak diikuti penurunan kebutuhan bahan pokok. Seba­liknya, harga beberapa komodi­tas malah mengalami kenaikan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Masyur menyambut baik rencana pemerintah mengawasi distributor pangan.

Itu sudah seharusnya di­lakukan karena itu bagian tugas pemerintah yang diamanahkan Undang-Undang,” kata Natsir kepada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Dia mengingatkan, untuk mengawasi harga pangan diper­lukan kerja keras. Karena, celah mafia pangan memainkan harga sangat banyak. Celah itu ter­jadi pada setiap pos mata rantai pangan mulai dari produksi, pe­masok, distributor, sampai agen. Ini terjadi karena sistem pangan yang amburadul dan lemahnya pengawasan aparat pemerintah.

Natsir menilai, saat ini upaya yang mungkin bisa dilakukan pemerintah untuk mengendali­kan harga dengan mengontrol supply and demand.

Kenaikan harga pangan itu tidak hanya tergantung pada penurunan harga minyak, tetapi juga bagaimana dengan supply and demand-nya. Kalau per­mintaan tinggi, tetapi pasokan rendah, maka harga akan tetap mahal,” jelas Natsir.

Natsir mengatakan, untuk menjaga suplai bukan perkara mudah. Karena, saat ini 65 persen komoditas pangan bergan­tung impor. Bila impor tinggi, dampaknya menganggu neraca perdagangan,” katanya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya