Berita

net

Dunia

Charlie Hebdo Bersampul Kartun Nabi Muhammad Dicetak 5 Juta Eksemplar Lagi

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 03:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jutaan lembar majalah mingguan Perancis Charlie Hebdo sedang dicetak setelah cetakan pertama terjual habis dalam hitungan jam.

Majalah satire Charlie Hebdo kembali terbit pada Rabu (14/1) setelah penyerangan maut terhadap kantor redaksi mereka, Rabu pekan lalu, yang menewaskan 12 orang.

Tampaknya majalah itu tidak kapok, karena mereka kembali menampilkan kartun Nabi Muhammad dalam sampul depan edisi terbarunya.


Dikabarkan BBC bahwa lima juta eksemplar majalah itu sedang diproduksi kembali. Jumlah itu meningkat dari jumlah tiga juta eksemplar. Padahal biasanya majalah itu hanya mencetak 60 ribu eksemplar per pekan.

Tentu saja terbitan terbaru majalah satire itu kembali membuat marah kaum Muslim karena menggambarkan Nabi Muhammad pada sampulnya.

Sebuah video yang kabarnya dikirimkan Al Qaeda di Yaman, menegaskan bakal ada serangan susulan terhadap Charlie Hebdo. Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, meyakini video tersebut otentik.

Kartun Nabi Muhammad yang ditampilkan kali ini digambarkan seda menangis sambil memegang papan bertuliskan "Je suis Charlie" (Saya Charlie), di bawah judul "semua dimaafkan".

Pesan "Saya Charlie" adalah bentuk dukungan moral terhadap majalah tersebut menyusul serangan bersenjata pada Rabu pekan lalu, yang menewaskan 12 orang terdiri dari para awak redaksi dan dua orang polisi.

Dua hari setelah penyerangan itu, seorang pria bersenjata bernama Amedy Coulibaly menewaskan empat orang Yahudi dalam penyanderaan di sebuah toko. Amedy diyakini telah menembak polisi wanita hingga tewas sehari sebelumnya.

Sementara itu, Presiden Perancis, Francois Hollande, menegaskan bahwa majalah tersebut akan terus beredar di masyarakat.

"Charlie Hebdo masih hidup dan akan hidup. Anda bisa membunuh pria dan wanita, tetapi Anda tidak akan pernah membunuh ide-ide mereka," tegas Holande.

Di sisi lain, situs-situs Islam militan dan kritik dari dunia Islam berdatangan mengarah ke terbitan terbaru majalah itu. Kelompok Negara Islam (ISIS) mengatakan hal itu sebagai "tindakan yang sangat bodoh". [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya