Berita

joko widodo/net

Politik

Ada Persekongkolan Jokowi dengan Kompolnas?

RABU, 14 JANUARI 2015 | 05:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak tangung-tangung. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan pengumuman mengejutkan yaitu penetapan status  tersangka kepada calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan.

Menurut Direktur Pusat Advokasi dan Pengawasan Penegakan Hukum (PAPPH), Windu Wijaya, penetapan tersangka kepada mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Siapakah yang paling bertanggungjawab atas kesalahan besar pengajuan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri?

PAPPH menilai bahwa ada dua pihak yang paling bertanggungjawab terhadap pengajuan nama Kepala Lemdikpol itu untuk mengantikan Jenderal Pol Sutarman.


"Pihak pertama adalah Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) yang memberikan pertimbangan dan mengusulkan nama mantan Kapolda Bali tersebut," ujar Windu dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu.

Sedangkan pihak kedua adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan Budi Gunawan sebagai calon tunggal  ke DPR berdasarkan petimbangan Kompolnas.

"Sekarang terbukti bahwa pertimbangan Kompolnas tersebut adalah pertimbangan yang ngawur. Bahkan, kami menduga jangan-jangan ada persengkokolan antara Jokowi dengan Kompolnas untuk memuluskan Komnjen Budi Gunawan menjadiKapolri," ungkapnya.

Dugaan ini didasarkan pada terlanggarnya asas kehati-hatian yang dilakukan oleh Kompolnas dalam mengeluarkan pertimbangan sehingga mengusulkan nama Komjen Pol Budi Gunawan sebagai salah satu calon Kapolri.

"Pertimbangan ngawur tersebut telah mempertontonkan kepada kita betapa lalai dan tidak berkualitasnya pertimbangan yang dikeluarkan oleh Kompolnas. Saya minta agar seluruh komisioner Kompolnas untuk segera mundur dari jabatannya sebagai langkah penebus dosa," ujar Windu. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya