Berita

dominic ongwen/net

Dunia

Komandan Tentara Perlawanan Tuhan Diseret ke Den Haag

RABU, 14 JANUARI 2015 | 02:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Komandan pemberontak Uganda yang dikenal sangat kejam, Dominic Ongwen, akan diserahkan kepada Mahkamah Kejahatan Internasional atau International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda.

Demikian diberitakan The New York Times. Dominic Ongwen adalah salah satu komandan Lord’s Resistance Army (Tentara Perlawanan Tuhan) atau LRA yang sempat jadi buronan paling ternama di seluruh Afrika. LRA merupakan salah satu kelompok pemberontak paling brutal di Afrika.

Dalam beberapa tahun terakhir, LRA menyelinap ke Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah. Mereka meninggalkan jejak pembantaian ribuan warga sipil, pembakaran desa-desa dan menculik puluhan ribu anak-anak untuk menjadikan mereka sebagai tentara dan budak seks.


Awal bulan ini, Ongwen tiba-tiba menyerah kepada kelompok bersenjata Seleka di Republik Afrika Tengah bagian utara. Dan sejak pekan lalu, Ongwen ditahan oleh pasukan khusus AS di Republik Afrika Tengah.

Kini, para pejuang Seleka yang menggulingkan pemerintah di negara mereka sendiri pada tahun 2013, menantikan janji imbalan US$ 5.000.000 dari pemerintah Amerika Serikat yang mencari Ongwen.

Beberapa analis percaya  Ongwen menyerahkan diri karena ia mendengar kabar bahwa pemimpin LRA, Joseph Kony, mencarinya untuk membunuhnya.

Uganda yang telah "kenyang" diteror oleh LRA selama bertahun-tahun, awalnya mengindikasikan bahwa mereka ingin mengadili Ongwen di negara mereka sendiri. Uganda mengatakan mereka memiliki kapasitas untuk mengadakan pengadilan yang adil.

Apalagi, Presiden Uganda, Yoweri Museveni, pun sempat menyerukan negara-negara Afrika untuk menarik diri dari Mahkamah Kejahatan Internasional.

Namun, pada hari Selasa (13/1), Uganda mengambil sikap yang berbeda.

"Akhirnya diputuskan, Ongwen akan diadili di ICC di Den Haag," ," kata juru bicara militer Uganda, Paddy Ankunda, lewat Twitter. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya