Berita

ahmad mubarok/net

Politik

JELANG KONGRES DEMOKRAT

Mubarok: Banyak Kader Menyimpang dari Ideologi dan Etika Politik

SENIN, 12 JANUARI 2015 | 23:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Peringkat Partai Demokrat di mata rakyat Indonesia menurun karena banyak kader yang tergoda tidak menjalankan roda partai dengan dilandasi etika berpolitik Cerdas, Bersih, Santun dan Demokratis.

Demikian dikatakan salah satu anggota Dewan Pembina Demokrat, Profesor Ahmad Mubarok. Dia mengatakan, partai ini sejak berdiri pada 2001 selalu lengket dengan slogan tersebut, sekaligus sebagai partai yang berideologi Nasional Religius.

"Kenyataannya saat ini, banyak kader partai yang menyimpang dari ideologi dan etika politik tersebut, bukan saja yang sudah terjerat hukum, melainkan yang masih menjadi pengurus sekalipun," ujar Mubarok dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin malam (12/1).
 

 
Salah satu pendiri Partai Demokrat ini mencontohkan, saat ini ada sekelompok elite partai Demokrat yang sudah mengeluarkan pernyataan bahkan mengomandoi pengumpulan tanda tangan DPD dan DPC sebagai pemegang hak suara di atas kertas segel menuju pemilihan secara aklamasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Kongres yang akan digelar beberapa bulan ke depan.

"Saya bertanya-tanya sendiri. Ini maksudnya untuk apa? Di mana mereka letakkan azas demokrasi sebagai salah satu pijakan dalam berpartai?” tegasnya.

Mestinya, lanjut Mubarok, setiap kader harus menghayati motivasi didirikannya Partai Demokrat pada 2001 yang hanya bermodalkan kesederhanaan dan kebersamaan tetapi mampu melejitkan partai pada Pemilu 2004 dan 2009, bahkan mampu mengusung SBY sebagai Presiden RI dua periode berturut-turut.

"Saat ini kesederhanaan dan kebersamaan itu nyaris sirna, bahkan terkesan ada masih banyak elite partai yang belum memahami secara mendalam motivasi para pendiri dan deklarator membentuk dan mendirikan partai pada 10 September  2001," sesalnya. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya