Berita

komjen budi gunawan/net

Politik

CALON KAPOLRI

Pemerintah, Polri dan Budi Gunawan Sendiri Mesti Memberi Klarifikasi

SABTU, 10 JANUARI 2015 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sorotan-sorotan publik terhadap pencalonan Kapolri baru bisa jadi sangat sepele, tetapi bisa juga sangat serius dan mempunyai dampak signifikan.

Pakar politik, Muhammad AS Hikam, mengatakan, sistem demokrasi memungkinkan dan bahkan mewajibkan adanya pengawasan publik terhadap pemerintahan dan kebijakan yang diambil sejauh menggunakan cara-cara yang telah diatur oleh aturan perundangan. Dengan demikian, hak prerogatif yang dimiliki Presiden pun sesungguhnya tidak bisa digunakan sewenang-wenang.

"Presiden tetap mempunyai kewajiban legal dan moral utk memperhatikan masukan dan pandangan publik dalam memilih pejabat seperti Kapolri yang sangat strategis dan berdampak sangat besar bagi NKRI," tegasnya, dalam opini yang ditulis di halaman facebook-nya.


Dalam kasus pengangkatan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, salah satu yang kini menjadi bahan perbincangan adalah fakta bahwa Budi termasuk pejabat Polri yang namanya pernah disangkutpautkan dengan "rekening gendut".

Ditambahkan Hikam, fakta lain adalah kedekatan Budi dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Masih ada lagi dugaan bahwa nama Budi Gunawan termasuk yang dipelototi oleh KPK saat Presiden menyerahkan daftar nama calon anggota Kabinet Kerja beberapa bulan lalu.

Hal-hal di atas itulah yang menjadi dasar penolakan publik terhadap pencalonan Budi Gunawan.

"Adalah tugas pihak Pemerintah dan Polri serta terutama Budi Gunawan sendiri untuk memberikan klarifikasi terhadap kritik dan penolakan itu. Sejauh klarifikasi telah cukup menghapus keraguan dan kecurigaan dengan bukti-bukti yang kuat, maka saya kira pada akhirnya masalah tersebut akan dapat diselesaikan," kata Hikam.

Jika Pemerintah dan Polri serta Budi Gunawan tidak memberikan klarifikasi yang memadai, maka persoalannya menjadi berbeda. Opini negatif yang semula mungkin hanya ada di Pusat, bisa merusak sampai ke bawah dan menciptakan moral hazard bagi jajaran Polri.

"Padahal sudah diketahui umum, Polri pada beberapa tahun terakhir bukanlah Polri yang mendapat kepercayaan kuat dan tinggi dari rakyat," ujarnya.

Menurut Hikam, Presiden Jokowi juga bertaruh besar dari sisi politik jika pengangkatan Budi Gunawan hanya merupakan "hadiah" kepada orang dekat Megawati Soekarnoputri. Setidaknya hal itu akan dibaca sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi secara politik masih didikte oleh Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

"Keinginan menciptakan sebuah kabinet yang bebas dari tekanan parpol akan dipertanyakan. Apalagi, jika masalah rekening gendut tidak bisa dijelaskan secara memuaskan, maka Budi Gunawan justru bisa menjadi semacam 'bom waktu' bagi kredibilitas Presiden Jokowi," terangnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya