Berita

zulkifli hasan/net

Politik

Agar Lebih Terhormat, Zulkifli Hasan Diminta Fokus Hadapi Masalah Hukum

Regenerasi di Era Hatta Sudah Terjadi
SABTU, 10 JANUARI 2015 | 08:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Regenerasi, reorganisasi dan wajah baru Partai Amanat Nasional merupakan adalah kehendak sejarah. Justru hal inilah yang gencar terjadi di era kepemimpinan Hatta Rajasa.

"Di sinilah banyak sekali kader-kader muka baru bergabung yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang secara kaderisasi sangat matang dan sudah terbukti sangat piawai mengelola organisasi dan manajemen penggalangan masa rakyat," kata Ketua DPP Bidang Politik organ sayap PAN, Garda Muda Nasional, Muhamad Adnan Rarasina, dalam keterangan persnya, Sabtu (10/1).

Adnan menyebutkan satu per satu. Misalnya, Rodli Kailani mantan Ketum PMII, Rusli Halim mantan Ketum IMM, Taufik mantan Ketum KAMMI, Reffi Wahyuni mantan Ketua Presidium GMNI, Rahmat Kardi mantan Ketum GPI, mantan Ketum Pemuda Muhammadyah Saleh Daulay, mantan Ketum HMI Ciputat Kuntum Khairu Basa, mantan wakil presiden mahasiswa IAIN Jakarta Adli Bahrun, mantan Ketum KALAM Ade Adriansyah, tokoh muda Maluku Sultan Mansur Husein dan masih banyak lagi yang lain kader muda PAN lain.


Saat Hatta memimpin, lanjutnya, juga lahir banyak sayap pemuda baru PAN seperti GMN, PARRA, PANDU, Gema NU dan tokoh tokoh pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.

Menjelang dinamikan politik jelang Kongres PAN bulan depan, kata dia, PAN akan selalu terdepan mempertontonkan kepada rakyat bagaimana mengelola perbedaan pendapat yang sangat tajam ini dalam sebuah mekanisme demokratis yang telah tersedia dalam kongres yang merupakan struktur pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur kekuasaan partai, sehingga perbedaan pendapat dan pilihan yang berpotensi perpecahan dapat diminimalisir.  

"Melihat gelombang dukungan yang begitu kuat, anak-anak muda PAN  yang sudah sangat terbiasa berpikir dan bertindak progresif, bersepakat untuk bila perlu memaksa Hatta Rajasa untuk tetap fight sampai akhir dalam konstelasi perebutan ketua umum secara demokratis agar regenerasi, reorganisasi dalam bentuk susunan kepengurusan PAN mendatang 70 persennya diisi oleh anak anak muda," ucapnya.

Di sisi lain, ruang untuk berkompetisi secara fair dan terbuka harus tetap ada untuk setiap kader. Kader-kader muda potensial seperti Viva Yoga, Totok Daryanto, Hakam Naja, Putra Jaya Husin, dan Asman Abnur jangan takut untuk berkompetisi.

"Namun khusus Bang Zulkifli Hasan kita minta agar lebih terhormat, untuk tetap fokus memimpin MPR yang sudah diperjuangkan Bang Hatta untuknya sambil menghadapi berbagai tuduhan hukum terkait kasus suap alih fungsi hutan dipengadilan yang menyeret dirinya. Bila mampu membuktikan dirinya bersih dan tidak terlibat tentu akan membawa dampak positif buat partai, 5 tahun ke depan dirinya tidak akan terbendung," pungkas Adnan. [ald] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya