Berita

airasia:net

Ini 10 Pertanyaan Tentang Tragedi AirAsia QZ 8501

RABU, 31 DESEMBER 2014 | 12:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Puing-puing pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 dengan rute penerbangan Surabaya ke Singapura yang jatuh di Selat Karimata, dekat perairan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah telah ditemukan. Penemuan ini mulai memunculkan pertanyaan besar yang menghantui keluarga korban. Setidaknya ada 10 pertanyaan yang mulai bermunculan.

1. Apa yang menyebabkan pesawat jatuh?

Ini merupakan pertanyaan banyak orang yang membutuhkan penyelidikan berbulan-bulan. Saat ini kabar yang berhembus menyebutkan pilot meminta izin untuk berbelok arah dan menaikkan ketinggian karena mengalami cuaca buruk.


Beberapa ahli beranggapan, pesawat mungkin telah mengalami stall aerodinamis karena kurang kecepatan atau terbang dengan sudut yang terlalu tajam untuk mendapatkan cukup daya angkat. Analis juga mengatakan bahwa pilot mungkin belum mendapatkan informasi dari sistem onboard tentang posisi pesawat. Diduga juga mengalami hujan atau hujan es dari badai yang bisa merusak mesin.

Kunci untuk memahami apa yang terjadi sebenarnya bisa dianalisa dengan tepat jika rekaman suara kokpit dan data penerbangan pesawat atau kotak hitam sudah ditemukan.

"Sampai kita mendapatkan kotak hitam, kita tidak akan tahu apa yang terjadi dengan mesin," ujar mantan pilot dengan pengalaman terbang 30 tahun, Bill Savage, sebagaimana dikutip CNN.

2. Bagaimana kru penyelamat akan mengambil potongan tubuh?

Ini mengingat ada beberapa korban yang muncul dipermukaan air dan sebagian lainnya terperangkap dalam reruntuhan pesawat hingga terbawa ke dasar Laut Jawa yang berkedalaman 43 meter. Mantan Direktur Dewan Keselamatan Tranportasi Nasional AS Peter Goelz, proses evakuasi ini akan menjadi tantangan bagi para penyelam untuk mencapai potongan tubuh korban mengingat dalamnya letak debris.

Para penyelam, kata Goelz, mungkin harus menggunakan ruang pemulihan, yaitu sistem untuk membantu tubuh penyelam menyesuaikan diri sebelum melanjutkan penyelaman.

"Ini akan memakan waktu," katanya.

3. Bagaimana korban diidentifikasi?

Saat ini memang ada rumah sakit khusus di Surabaya yang sedang dipersiapkan untuk membantu keluarga korban dan kerabat mengidentifikasi mayat yang ditemukan. Keluarga dan kerabat juga membawa foto-foto para korban untuk dicocokkan. Tidak hanya itu, sistem untuk mencocokkan DNA juga sudah disediakan.

Tapi yang perlu menjadi catatan, untuk menemukan dan mengidentifikasi 162 korban merupakan tugas besar, mengingat tidak semua badan bisa ditemukan.

4. Sebuah potongan badan ditemukan tidak mengenakan jaket pelampung. Ini menunjukkan apa?

Sejumlah pengamat menyimpulkan bahwa kecelakaan terjadi dengan cepat sehingga penumpang tidak punya waktu untuk mengambil tindakan.

5. Apakah mungkin ada salah satu penumpang selamat?


Ketua Dewan Keamanan Nasional AS Deborah Hersman mengungkapkan alibi itu dengan mengambil contoh bahwa ada kecelakaan udara di masa lalu yang menyisakan ada korban selamat. Tapi begitu, Hersman beranggapan menemukan orang hidup dari QZ 8501 akan menjadi skenario yang sangat tidak mungkin.

6. Seorang pencari mengatakan dia bisa melihat bayangan pesawat melalui air. Jika itu benar, lalu itu pertanda apa?

Jika klaim itu benar, maka tim pencari akan dapat lebih cepat mengambil black box. Tim Taylor, seorang penyelam berpengalaman menyebut dengan bantuan sonar maka pengambilan black box akan lebih mudah.

7. Bagaimana cara menemukan dan mengambil reruntuhan?


Puing-puing itu ditemukan di Selat Karimata, berjarak 110 mil laut sebelah barat daya dari Pangkalan Bun atau hanya 6 km dari titik terakhir pesawat hilang kontak. Kepala Basarnas Bambang Soelistyo menyebut, penyelam dan kapal dengan peralatan sonar telah dikirim ke lokasi yang berkedalaman air antara 25 dan 30 meter (sekitar 80 sampai 100 kaki)

Kedalaman air yang terbilang dangkal ini berarti bahwa potongan berat dari pesawat tidak mungkin akan hilang melayang jauh sebelum mencapai bagian bawah. Dengan demikian, setiap potongan besar pesawat bisa dibawa sehingga mereka dapat direkonstruksi sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan.

Namun begitu, lokasi pencarian harus dipetakan karena lokasi bagian yang terpisah merupakan bagian penting dari mencari tahu apa yang terjadi?

8. Puing-puing yang ditemukan sejauh ini menunjukkan apa?

Melihat pintu keluar darurat mengambang bebas di atas air, serta beberapa jaket, menimbulkan pertanyaan tentang apakah awak sempat menyebarkan peralatan keselamatan sebelum pesawat menyentuh air.

Seorang pengamat menyebutkan bahwa dalam banyak kasus kecelakaan terdapat banyak pintu keluar darurat atau peluncuran muncul keluar tanpa sengaja dikerahkan.

Andai kotak hitam pesawat telah ditemukan, maka dapat diketahui apakah ada perintah yang diberikan untuk mempersiapkan terjun ke air.

9. Apa yang kemudian harus dilakukan untuk keluarga korban?

Sejumlah keluarga dan kerabat korban yang mendapat kabar konfirmasi bahwa puing-puing pesawat telah ditemukan merasa takut. Beberapa pingsan usai melihat konferensi pers tentang penemuan puing-puing dan melihat video helikopter menurunkan penyelam untuk mengangkut potongan tubuh yang mengambang.

Unsur utama yang harus dilakukan adalah memberikan informasi pada waktu yang tepat yang akurat dan kredibel mengenai fakta-fakta lapangan kepada kerabat dan keluarga korban disaat penyelidikan terus berlanjut.

10. Penerbangan QZ 8501 lepas landas dua jam lebih cepat dari jadwal. Apakah itu akan menjadi bagian dari penyelidikan?

Sebuah pesawat tidak akan meninggalkan pesawat sebelum waktu keberangkatan tidak pernah terjadi di Amerika Serikat. Namun begitu hal tersebut tidak berarti itu tidak lazim di negara-negara lain.

"Pertanyaan saya miliki adalah mengapa dan apakah mereka mencoba untuk mengalahkan cuaca?" ujar mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS Mary Schiavo. [ian]

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Di Depan Mahasiswa, Direktur Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:19

PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Pengguna EV Kini Makin Nyaman

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Polri Panen Raya Jagung di Bengkayang

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Viral Sarden Disebut Bukan UPF, Ini Penjelasannya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:11

OPM Diduga Dalang Pembunuhan Delapan Penambang Emas di Distrik Korawai

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:05

Mengenal Duck Syndrome yang Viral di Media Sosial, Ini Pengertian dan Dampaknya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:04

MBG Tetap Prioritas meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:46

Pidato Prabowo ke Golkar Dinilai Bukan Sekadar Candaan

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:42

Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:33

Hubungan Baik Prabowo-Megawati Perlihatkan Kepemimpinan Inklusif

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:32

Selengkapnya