Berita

Bisnis

Hapus Premium Bukti Tim Mafia Migas Tak Peka

MINGGU, 28 DESEMBER 2014 | 18:38 WIB | LAPORAN:

Wacana pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium atau RON 88 dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM). Sebelumnya, tim yang diketuai Faisal Basri itu merekomendasi kenaikan harga Premium Rp 2 ribu per liter.

Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni mengatakan, kenaikan Premium berdampak pada meroketnya sejumlah harga kebutuhan pokok. Terlebih, jika Premium sudah ditarik peredaraannya dari pasaran. Hal ini menunjukkan ketidakpekaan TRTKM terhadap kesulitan masyarakat.

"Faisal Basri seakan tidak memiliki sensitifitas kerakyatan. Saat ini rakyat masih terpuruk akibat kenaikan BBM. Harga-harga kebutuhan pokok juga masih membumbung tinggi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/12).


Menurut Sya'roni, awalnya masyarakat antusias dengan penunjukkan Faisal Basri sebagai Ketua TRTKM. Bahkan, Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan bahwa tujuan pembentukan tim tersebut kerja utamanya adalah memberantas mafia minyak.

Namun, kini hanya menjadi harapan kosong dengan dihapuskannya Premium, karena rakyat harus menerima harga BBM yang lebih mahal lagi.

Selain itu, tim tersebut juga diindikasikan telah berubah fungsi menjadi marketing neolib yang memberikan ruang kepada SPBU asing untuk pelan-pelan menggeser dominasi SPBU milik Pertamina.

"Tim kebanggaan Menteri ESDM Sudirman Said terbukti gagal membongkar mafia minyak," jelasnya.

Lebih dari itu, kebijakan penghapusan Premium juga akan menguntungkan mafia minyak. Lantaran, BBM jenis Pertamax atau RON 92 menjadi semakin tinggi karena PT. Pertamina tidak mampu memproduksi sesuai kebutuhan.

"Meningkatnya impor dipastikan akan menguntungkan mafia minyak," demikian Sya'roni.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya