Berita

Busyro Muqqodas

Wawancara

WAWANCARA

Busyro Muqqodas: Masyarakat Daerah Justru Sangat Berharap KPK Segera Buka Kantor

MINGGU, 28 DESEMBER 2014 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Banyak kalangan, termasuk sejumlah aktivis anti-korupsi me­ragukan efektivitas Rencana Ko­misi Pemberantas Korupsi (KPK) membuka kantor cabang di dae­rah. Mereka khawatir, belum kuat­nya kontrol masyara­kat daerah terhadap lembaga anti-rasuah tersebut akan membuat pesonil KPK rentan kehilangan independensi dan integitasnya.

Keraguan terhadap rencana itu juga sempat meluncur dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK meminta, lembaga yang dipimpin Abraham Samad tersebut agar mengkaji dahulu lebih dalam ren­cana tersebut.  Menurut JK, pem­bukaan kantor baru tanpa disiap­kan pengawasan yang ketat serta didukung personil yang bagus, KPK rentan menjadi tem­pat ma­fia hukum. Dan faktanya, saat ini, KPK pu­sat sering mengeluh­kan  keku­ra­ngan sumber daya ma­nusia (SDM).

Seperti diketahui, KPK beren­cana membuka tiga kantor di daerah. Yakni, Indonesia bagian barat di Medan, Sumatra Utara. Indonesia bagian tengah  di Ba­likpapan, Kalimantan Timur. Dan, Indonesia bagian timur di Makasar, Sulawesi Selatan.


Bekas Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas mengatakan, pem­bentukan KPK di daerah sudah mendesak. Menurutnya, gagasan tersebut  telah melalui riset yang dilakukan KPK ber­sa­ma Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ke­pada Rakyat Merdeka, Busyro menerangkan gagasan tersebut.

Bisa diceritakan, apa latar belakang KPK ingin membuka kantor di KPK di daerah?
Banyak masyarakat di daerah menyampaikan aspirasi dan ha­rapan kepada KPK, mereka me­minta agar  KPK membuka kan­tor di daerah.  Korupsi di dae­rah saat ini itu semakin sistemik dan ma­sif. Oleh sebab itu, KPK me­man­dang perlu dilakukan pe­nyelamatan terhadap keuangan APBD (anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sekaligus men­ce­gah rakyat menjadi korban tin­dak pidana korupsi.

Apa dasar Anda bisa me­nga­takan korupsi di daerah se­makin sistemik dan masif ?
KPK sudah melakukan riset bersama BPKP. Hasilnya, banyak ditemukan data menge­nai indi­kasi terjadi kebocoran angga­ran. (Sekadar informasi,  data BPK menyebutkan berda­sar­kan ha­sil pemeriksaan semen­tara se­lama periode 2003-2013, penge­lo­laan anggaran yang mengan­dung unsur pidana di­temukan 432 kasus dengan nilai Rp 42,71 trilliun).

Pembukaan kantor di daerah tanpa disertai pengawasan yang ketat membuat KPK rentan kehilangan independensi...
Kantor KPK di daerah dite­kankan untuk melakukan pence­gahan. KPK di daerah tidak dibe­rikan kewenangan untuk mela­kukan penindakan. Hanya pen­cegahan saja.

KPK ingin men­dorong terwu­judnya tata kelola anggaran yang transparan, akun­tabel, dan pro rakyat. Selain itu, juga KPK dae­rah akan dimak­simalkan untuk melaku­kan edu­kasi kepada masyarakat tentang bahaya korupsi.

Apakah pembukaan kantor baru tidak tumpang tindih dengan lembaga hukum lain di daerah?
KPK tentu akan membangun sinergisitas. KPK akan bermitra dengan CSO (Civil Socienty Or­ganization). KPK juga akan ber­mitra dengan  pemerintah dae­rah sendiri. Pada prinsipnya, KPK akan mengawal pengelo­la­an anggaran agar bisa dilaku­kan lebih baik.  Saya kira kini sudah saat­nya sistem pengang­ga­ran dide­sain dengan sistem baru yang bisa meminimalisir terjadi kebocoran.

Bagaimana penilaian gera­kan pemberantasan korupsi di daerah saat ini?

Saya melihat dukungan masya­rakat kepada KPK sangat kuat. Na­mun upaya pelemahan terha­dap KPK juga cukup kuat. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya