Berita

Dunia

Korut: Amerika Serikat Seperti Anak Ingusan Bermain Petak Umpet

SABTU, 27 DESEMBER 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Jaringan internet di Korea Utara pekan ini mengalami gangguan. Korea Utara menuding, gangguan itu diakibatkan oleh Amerika Serikat.

"Amerika Serikat dengan ukuran fisik yang besar, tidak memiliki rasa malu seperti anak-anak ingusan bermain petak umpet, mengganggu operasi internet di republik kita," kata Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut KCNA (Sabtu, 27/12).

Tudingan itu agaknya beralasan mengingat Amerika Serikat sebelumnya menuding bahwa Korea Utara merupakan dalang di balik peretasan di studio film Sony Pictures.


"Ini benar-benar menggelikan. Obama selalu sembrono dalam kata-kata dan perbuatan seperti monyet di hutan tropis," lanjut pernyataan itu.
 
Dalam pernyataan yang sama, Komisi Pertahanan Nasional Korut juga kembali menolak tuduhan agen intelijen Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), bahwa Korea Utara berada di balik serangan cyber pada Sony Pictures dan menuntut Amerika Serikat menunjukkan bukti tuduhannya.

"Obama sebaiknya mendorong dirinya untuk membersihkan semua perbuatan jahat bahwa Amerika Serikat telah berkomitmen keluar dari kebijakan dan bermusuhan dengan Korea Utara. Jika ia berusaha menciptakan perdamaian di wilayah Amerika Serikat, maka semua akan baik-baik saja," tandas pernyataan itu. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya