Berita

Bisnis

Tim Reformasi Migas Diminta Tak Hanya Urusi Petral

MINGGU, 21 DESEMBER 2014 | 16:19 WIB | LAPORAN:

Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) seyogyanya bekerja berdasarkan fakta dan data. Tidak semata mengumbar pernyataan bombastis seperti menyebutkan bahwa saham Petral diduga ada milik dari keluarga Cendana hingga sarang mafia.

Nyatanya, pernyataan yang telah terlanjur diumbar di ruang publik tersebut berbeda dengan kenyataan yang ada. Bahkan belakangan seakan makin tak bertaji.

Begitu dikatakan pengamat kebijakan migas Yusri Usman dalam keterangan persnya, Minggu (21/12).


Lebih mengherankannya, lanjut Yusri, pada rapat 17 Desember kemarin yang juga dihadiri Petral dan Kementerian ESDM, justru keluar pernyataan dari Faisal Basri Cs bahwa impor BBM lebih murah dibandingkan kalau diolah di kilang milik Pertamina.  

"Sejak awal saya sudah mengkritisi agar tim bekerja lebih profesional, jangan umbar bicara sebelum memiliki fakta dan data valid dan mengandung kebenaran yang sudah di verifikasikan ke pihak terkait, jangan seperti istilah NATO (No Action Talk Only)," tegas Yusri.

Pada awalnya saja menurut dia, tim yang diketuai oleh Faisal Basri ini terlihat seperti macan tulen. Nyatanya hanya macan sirkus atau ayam sayur.

Sekedar info, beber Yusri, pada saat Ari Sumarno menjadi Managing Director Petral Singapore pada tahun 2003-Agustus 2004. Sedangkan wakilnya (VP) adalah Daniel Purba.

Yusri menekankan, saat ini yang mendesak untuk dijelaskan hubungan mekanisme kerja Petral dengan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina. Sebab di lapangan, semua perintah soal import minyak mentah dan BBM menyangkut jenis volume dan harga perkiraan serta jadwal suplai, semuanya di bawah kendali ISC Pertamina.

Jadi prakteknya, setiap tender Petral hanya berfungsi mengundang dan merekapitulasikan dan mengusulkan ke ISC untuk dievaluasi mengikuti General Term Condition (GTC) sebagai standar prosedur yang baku. Hasil evaluasi tersebutlah ditentukan apakah ditunjuk sebagai pemenang pelaksana atau re-tender, semua di putuskan oleh ISC, setelah itu Petral akan membuat kontrak dengann National Oil Company (NOC) , Refinery (Kilang), dan Produsen.

"Sebaiknya, tim reformasi migas memanggil fungsi ISC untuk mengupas kenapa harus beli Ron 88 dan meminta penjelasan metode penentuan owner estimated (OE) untuk harga pembelian minyak mentah dan BBM maupun penjualan produk-produk kilang seperti greencoke, LSWR, Decant Ol dan Vacum Residu, dan lainnya," imbuh Yusri Usman.  

Masih menurut Yusri, ada banyak kejanggalan manakala ISC beroperasi. Misal, penjualan greencoke 300 ribu mt melalui Paramount Petrol dan Orion Oil (Post Box Company) dan terus melalui Mitsubishi serta Thyssen baru kemudian dijual ke pembeli akhir SSM di Eropa dan Xijiang di Tiongkok. "Dugaan kerugian Pertamina akibat proses ini sebesar sekitar 2, 4 juta dolar AS akibat tidak langsung ke pembeli akhir," ucapnya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya