Berita

aboe bakar al habsy/net

Politik

Pemerintahan Jokowi Anggap WNI Sebagai Warga Kelas Dua?

KAMIS, 18 DESEMBER 2014 | 14:03 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana pemerintah merekrut warga negara asing untuk duduk di jajaran direksi atau Direktur Utama (Dirut) di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sungguh berbahaya.

Pemikiran itu sama saja menempatkan warga negara Indonesia (WNI) sebagai masyarakat kelas dua.

"Wacana yang dilontarkan oleh Menteri BUMN ini seolah telah menjustifikasi bahwa WNA lebih berkualitas dan sebaliknya seolah WNI merupakan angkatan kerja yang tidak kompeten," kata anggota DPR, Aboe Bakar Al Habsyi, kepada wartawan, Kamis (18/12).


Ia menegaskan, pemerintah jangan menggelar "karpet merah" untuk orang asing, sedangkan bangsa sendiri masih banyak yang kesulitan mencari pekerjaan. Kalau pemerintah lebih mengutamakan tenaga kerja asing, tentu rakyat akan bertanya untuk siapa sebetulnya pemerintah bekerja.

"Saya kira sudah cukuplah mengimpor sapi, kapal hingga singkong. Janganlah sekarang tenaga kerja kita impor juga. Lantas di mana yang katanya mau mengimplementasikan Tri Sakti dan Nawa Cita? Bagaimana kita Berdikari dalam bidang ekonomi sedangkan semuanya kita impor bahkan tak percaya dengan SDM bangsa sendiri?" gugat politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Personel Komisi III DPR ini yakin bahwa masih banyak putera-puteri terbaik bangsa yang mampu mengelola BUMN. Jika anak bangsa sendiri yang mengelola BUMN, maka setidaknya ada jaminan nasionalisme yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sendiri.

"Hal ini tidak kita dapatkan apabila kursi pimpinan BUMN diduduki oleh orang asing," tegasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya