Berita

Sekelompok Ahli Waris Minta Perusahaan Mengembalikan Hak Tanah

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 19:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Puluhan warga dan ahli waris Asan bin Ladji yang tergabung dalam Solidaritas Ahli Waris Asan Bin Ladji (Sabil), menggelar unjuk rasa di kantor manajemen PT. Cakrawala Respati, Jalan Citra Garden City 2, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, kemarin.

Mereka menuntut agar pembangunan di atas tanah nomor girik C 512  persil nomor 49 S.IV Jalan .Citra Garden City VI RT 10 RW.15, kelurahan Tegal Alur, kecamatan Kalideres, Jakbar dihentikan.

"Kami meminta agar perusahaan mengembalikan hak tanah kami seluas 37.630 m2. Karena tanah kami seluas 37.630 m2. Kami berharap agar PT. Cakrawala Respati mengembalikan hak kami yang dirampas," kata salah satu ahli waris, Effri Jhonly, kepada wartawan, Rabu (17/12).


Hingga saat ini, ia mengatakan bahwa pihaknya masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal tersebut adalah bukti bahwa ahli waris Asan bin Ladji masih menjadi pemilik sah tanah tersebut.

"Tahun 2014, kami masih bayar PBB. Kami masih memenuhi kewajiban kami kepada pemerintah. Selain itu kami juga memiliki girik Nomor C.512 Persil No.49.S.IV," imbuhnya.

Berdasarkan fakta yang ada dan surat keterangan Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat tersebut ternyata tanah milik ahli waris Asan Bin Ladji yang sedang diperjuangkan hak kepemilikannya oleh Solidaritas Ahli Waris Asan bin Ladji tidak termasuk dalam SHGB No.527/Tegal Alur mengingat Asan bin Ladji maupun ahli Waris tidak pernah mengalihkan tanah dimaksud kepada siapapun termasuk PT Cakrawala Respati.

"Kami harap hak kami dapat dikembalikan," tegasnya.

Selain melakukan orasi, dalam aksinya kemarin puluhan warga dan ahli waris Asan bin Ladji juga melakukan aksi teaterikal yang menggambarkan bagaimana seorang pengusaha merampas hak rakyat. Para demonstran juga membawa keranda, dan membakarnya di depan kantor pemasaran dan manajemen PT Cakrawala Respati. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya