Berita

joko widodo/net

Politik

Anas Sarankan Jokowi Tidak Terus "Makan Tabungan"

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 17:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak selalu "cuaca" menguntungkan pemerintah seperti sekarang ini. Dengan harga minyak dunia yang terus merosot mencapai terendah dalam 5 tahun terakhir di saat rakyat sedang bersiap menjelang tahun baru 2015, inilah saat paling tepat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Sayang sekali kalau dibiarkan lewat begitu saja," ujar mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dalam serial tweet @anasurbaningrum, beberapa saat lalu.

Analisa Anas disampaikan secara tertulis oleh dari balik sel tahanan. Tulisan sang terpidana kasus Hambalang itu kemudian dititipkan ke pengacaranya lalu diunggah ke twitter oleh admin. Baca: Anas: Menurunkan Harga BBM Adalah Kado Termanis Tahun Baru


"Kalau 'cuaca' bagus ini dilewatkan, belum tentu akan dapat momentum lagi berikutnya. Tidak ada pabrik garansi 'cuaca'," kata Anas lagi.

Menurut Anas, koreksi harga BBM menambah lagi tabungan politik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Setiap saat tabungan itu dibutuhkan, dan makin besar tentu makin bagus.

"Pemerintah yang tabungannya dimakan terus akan menemui kesulitan. Harus diimbangi dengan tabungan baru. Silakan tanya kepada siapa saja yang hanya 'mantab', makan tabungan. Akan dihantui waswas," sindir dia.

Anas tegaskan, kesempatan yang baik saat ini akan jadi momentum "menabung" jika disikapi dengan cekatan dan penuh tanggung jawab.

Rakyat selalu rindu kegembiraan yang diproduksi Pemerintah. Sementara Pemerintah tidak selalu bisa melahirkan kegembiraan. Jadi, tunggu apa lagi? Produksilah kegembiraan itu segera. Pasti akan masuk ke jantung-hati rakyat," terang dia.

" Kalau hati rakyat sudah bisa dimenangkan, ruang kreasi Pemerintah akan makin luas. Bukan sekedar ruang fiskal," pungkas Anas Urbainingrum. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya