Berita

foto; suara papua

Politik

PGI: Sebelum Hadiri Natal di Papua, Jokowi Harus Tunjukkan Sikap Tegas Atas Tragedi Paniai

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 09:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera memperlihatkan sikap yang tegas atas tragedi penembakan warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua.

Ketegasan itu semakin diperlukan mengingat adanya penolakan dari Gereja-Gereja di Papua terhadap rencana kedatangan Jokowi ke Jayapura, Papua, untuk mengikuti perayaan Natal pada 27 Desember mendatang.

"Saya melihat protes beberapa Gereja terhadap rencana kehadiran Jokowi itu berkaitan dengan belum adanya sikap, atau minimal pernyataan tegas, dari presiden atas kasus penembakan di Paniai. Penolakan itu kan baru datang dua hari lalu, sedangkan kasusnya sudah mengendap seminggu ini tanpa ada respon apapun dari presiden," kata Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeirry Sumampow, kepada Kantor Berita Politik , sesaat lalu (Sabtu, 13/12).


Jeirry menegaskan bahwa perayaan Natal tidak bisa dikaitkan dengan situasi politik apapun. Namun, karena kasus tragedi kemanusiaan di Paniai berdekatan dengan rencana perayaan Natal, maka suara penolakan terdengar kuat. Apalagi, salah satu pesan Natal itu sendiri adalah perdamaian di bumi. Baca: Jokowi akan Diajak Bicara soal Penembakan di Paniai

"Kalau Jokowi masih mau tetap ke Papua, harus berikan sikap dulu. Saya kira itu prasyarat supaya bisa diterima lebih baik. Kalau rakyat Papua merayakan Natal tidak dalam suasana yang tidak lega dan damai, tidak ada artinya. Yang ada, kehadiran pemerintah di sana adalah seremonial belaka," ujar Jeirry.

Selain itu, menurut Jeirry, kedatangan Jokowi ke Papua harus menjadi momentum menyatakan komitmen kepada rakyat Papua tentang penegakan hukum dan penegakan hak asasi manusia di Papua.

"Tapi, ini semua tidak boleh lagi dalam kata dan retorika, padahal slogan Jokowi adalah 'kerja, kerja kerja'. Nah, sikap Jokowi ini yang belum dilihat rakyat Papua dan kita semua juga belum melihatnya," tambah Jeirry. Baca: Inilah Pro dan Kontra Rencana Natalan Jokowi di Papua [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya