Berita

joko widodo/net

Pertahanan

Inilah Pro dan Kontra Rencana Natalan Jokowi di Papua

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 08:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke Papua untuk merayakan Natal bersama ribuan warga di sana menjadi kontroversial menyusul kasus penembakan hingga tewas oleh aparat keamanan terhadap sejumlah warga Papua di Kabupaten Paniai, Papua, awal pekan ini.

Rencananya, Jokowi akan ber-Natal bersama masyarakat di lapangan Papua Bangkit, Lanud Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 27 Desember medatang. Baca: Diprediksi, Dua Juta Orang Hadiri Natal Nasional Pertama di Papua

Tetapi, beberapa hari lalu, sejumlah pimpinan Gereja yang tergabung dalam Forum Oikumens Gereja-Gereja Papua, dengan tegas menolak rencana kedatangan Presiden Jokowi untuk menghadiri perayaan Natal Nasional di  Jayapura, Papua. Aspirasi kelompok Gereja ini diwakili Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua, Pdt. Dr. Benny Giay; Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socratez Sofyan Yoman; dan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) Papua, Pdt. Selvi Titihalawa, dalam jumpa pers di kantor P3W, Padang Bulan, Kota Jayapura, dua hari lalu.
 

 
Pdt. Benny Giay menyatakan bahwa pimpinan Gereja dengan tegas menolak kedatangan Presiden Jokowi yang akan merayakan Natal di tengah duka dan penderitaan rakyat Papua, secara khusus warga Paniai. Apalagi perayaan Natal itu akan menghabiskan dana puluhan miliar. Mereka sesalkan, meski Jokowi sudah pernah datang ke Papua, aksi penculikan, pembunuhan dan pembantaian orang asli Papua masih terus terjadi. Karena itu tidak ada artinya Presiden Indonesia merayakan Natal di tanah Papua. Baca: Komnas HAM: Penembakan Paniai Memiliki Unsur Kesengajaan

"Rakyat Papua sedang berduka karena pembantaian di Paniai, sedangkan Jokowi ingin merayakan Natal di Jayapura dengan habiskan dana puluhan miliar. Damai apa yang Jokowi mau bawa? Kami dengan tegas menolak kedatangan Jokowi di Papua," ungkapnya, seperti diberitakan JPNN.
 
Pdt. Titihalawa menjelaskan alasan Gereja menolak kedatangan Presiden Jokowi karena negara belum mengambil tindakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan aparat keamanan yang melakukan pembantaian terhadap lima warga sipil di Paniai.

Menurut dia, di era pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, seorang presiden selalu memberikan pernyataan jika ada kejadian luar biasa, terutama penembakan terhadap warga sipil. Situasi berbeda dengan saat ini di mana sama sekali tidak ada pernyataan dari Presiden Jokowi.

Namun suara penolakan itu diimbangi dengan kelompok yang menoleransi kehadiran Jokowi.  Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Pdt. Albert Yoku,S.Th mengungkapkan bahwa GKI di Tanah Papua siap menyambut kedatangan Presiden dan rombongan.

Pernyataan dia sekaligus mengklarifikasi pernyataan Pdt. Selvi Titahalawa yang mengatasnamakan perwakilan GKI di Tanah Papua ikut menolak Jokowi.

"Pernyataan Pdt. Selvi Titihalawa itu tidak benar, karena kami tidak pernah memberikan mandat kepada dia. Dia itu pendeta yang telah dipensiunkan oleh GKI dan pendeta itu tidak punya hak untuk mengeluarkan pernyataan atas nama GKI di tanah Papua," ungkapnya kepada Cenderawasih Pos (Grup JPNN) di kantor Sinode GKI Argapura, Jumat (12/12).
 
Menurut Pdt. Albert Yoku, GKI di tanah Papua pada intinya menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi untuk datang melaksanakan Natal  bersama dengan pemerintah dan masyarakat di Papua. Apalagi pihaknya juga menjadi panitia Natal Nasional tanggal 27 Desember. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya