Berita

Bisnis

ITB Minta Kementerian ESDM Fokus Kemiri Sunan

JUMAT, 12 DESEMBER 2014 | 15:06 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta fokus pada pengembangan pohon kemiri sunan sebagai energi pengganti karena terbukti murah, ramah lingkungan dan memiliki daya ekonomis tinggi.  Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait ketahanan energi di masa mendatang.

Demikian hasil kesimpulan Sarasehan Kemiri Sunan Substitution Energy yang diinisiasi oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Petani, Jasa Marga dan R20 Indonesia di Putri Tunggal 88 Cibubur Depok, Jumat (12/12 ).

Ahli mesin yang juga Kepala Departemen of Mechanical Engineering ITB, Iman Reksowardojo mengatakan, kadar polusi yang dihasilkan dari pembakaran solar kemiri sunan jauh lebih rendah dibandingkan solar fosil. Bahkan jika dibandingkan dengan pohon jarak pagar, minyak bio solar kemiri sunan mampu menghasilkan kekuatan tarikan lebih baik pada mesin kendaraan dan mesin genset pembangkit listrik.


Iman juga menjabarkan, kendala yang dihadapi oleh tim peneliti ITB saat ini adalah kurangnya dukungan pemerintah untuk melakukan riset lanjutan untuk membuat mesin-mesin tersebut berjalan lebih halus dan sempurna. Karenanya, ia dan tim peneliti ITB akan mengusulkan kepada Kementerian ESDM untuk memberikan perhatian serius bagi pengembangan energi kemiri sunan.

"Ke depan kita bisa membuat mesin dan alat pertanian dengan bahan bakar biosolar kemiri sunan, petani pasti diuntungkan," ujarnya.

Pembuatan mesin pertanian dengan bahan bakar biosolar kemiri sunan sudah diperhitungkan sangat efisien karena cukup simpel dan sederhana. Bahkan menurut dia, petani bisa membajak sawahnya dengan murah, tidak perlu beli mesin mahal dan pusing cari solar. Proses pengolahan kemiri sunan pun, lanjut dia, sebetulnya sangat mudah.

"Cukup dijemur lalu diproses menjadi biosolar. Bahan ada petani yang cuma dijemur lalu ditumbuk sampai halus sudah jadi minyak," urai Iman yang mengaku lama tinggal di Jepang untuk memperdalam ilmu tentang mesin.

Sementara, Ketua Forum Petani Mandiri dari Purbalingga, Saifulrahman mengaku terpikat dengan tanaman kemiri Sunan. Dia kemudian mengganti tanaman jabon dengan pohon kemiri muka di areal 100 hektar.

"Saya tertarik menanamnya karena kemiri Sunan usia panennya bisa mencapai 70 sampai 100 tahun sedangkan Jabon cuma lima tahun saja.Bahkan kemiri Sunan bisa dengan sistem tanam tumpang sari dengan jahe merah," katanya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya