Lembaga R-Twenty (R-20) Indonesia menawarkan solusi dalam menghadapi krisis energi nasional yang tengah mendekati titik kritis.
Solusinya, R-20 menawarkan energi terbarukan yang berasal dari kemiri sunan. Buah kemiri sunan sangat mudah diolah menjadi solar.
Menurut Direktur R20 Indonesia, Ir Budi Santoso, persoalan serius yang dihadapi Indonesia di masa yang akan datang adalah krisis energi. Apalagi tingginya subsidi BBM yang menekan APBN menyebabkan anggaran pembangunan menjadi tidak maksimal.
Kondisi itu diperparah dengan belum ditemukannya cadangan minyak baru membuat masa depan ketahanan energi nasional mendekati titik kritis.
"Melihat persoalan kami (R-20) ingin memberikan solusi yakni energi terbarukan yang bersumber dari pohon kemiri sunan," kata Budi Santoso kepada wartawan. di Jakarta, Jumat (12/12).
Menurut dia, buah kemiri sunan sangat mudah diolah menjadi solar. Bahkan dari hasil penelitian sejak 2008 dibawah arahan Kementerian SDM serta didukung Pertamina dibantu tenaga ahli dari Jerman dan Amerika, hasil bolar biodiesel dari kemiri sunan jauh lebih baik digunakan untuk mesin, termasuk pembangkit listrik.
Hal ini pula ujarnya, mendorong pemerintah Jerman menawarkan bantuan dan investasi bagi pengembangan energi terbaru kemiri sunan.
Untuk mengembangkan energi terbarukan itu, Budi Santoso mengatakan kalau pihaknya berkeinginan terus menggalang kerjasama dengan pemerintah kabupaten di Indonesia untuk melakukan penanaman pohon kemiri sunan, terutama di lahan kritis.
"Target penanaman pohon kemiri sunan adalah di areal lahan kritis. Dengan demikian dapat menjaga eko sistem alam serta menjamin ketersediaan air dan oksigen untuk kehidupan umat manusia," kata Budi.
Apalagi ujarnya, jumlah lahan kritis di Indonesia sangat mengkhawatirkan, sekitar 59 juta ha. Tak hanya di lahan kritis, R-20 Indonesia juga mengajak pemerintah Kabupaten menanami pohon kemiri sunan di area bekas tambang dan di hutan yang rusak.
"Kami berharap ke depan 11 juta hektar lahan kritis sudah tertanam kemiri sunan dengan asumsi menghasilkan 3 juta barrel /tahun," tegasnya.
Budi menambahkan, dibandingkan misalnya dengan sawit yang usianya cuma 20 tahun, pohon kemiri sunan mampu mencapai usia produktif sampai 100 tahun. Di mana masa panen pertama di tahun kelima sejak ditanam. Selain bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan masyarakat melalui koperasi â€" koperasi, proses dan hasil produksi kemiri sunan juga langsung bisa dimanfaatkan dikawasan terpencil. Serta daerah perbatasan dimana harga solar diluar pulau Jawa biasanya lebih mahal.
"Bahkan nantinya dimasa datang produksi solar kemiri sunan akan digunakan bagi operasional kapal â€" kapal perang TNI, karena itu kami telah melakukan kerja sama dengan pihak TNI," demikian Budi Santoso.
[wid]