Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK MiÂgas) Gde Pradnyana mengataÂkan, pihaknya terus berupaya meÂlakukan perbaikan pengaÂwasan kepada Kontraktor KonÂtrak Kerja Sama (KKKS) maÂuÂpun untuk internal.
Terkait pengawasan kepada para KKKS, pihaknya saat ini sedang membangun Sistem Operasi Terpadu (SOT) yang mengintegrasikan semua data pada KKKS dengan sistem di SKK Migas secara real time.
Ini bagian dari kami untuk membangun transparansi dan akuntabilitas,†ujar Gde di Jakarta, kemarin.
Hasilnya, lembaga pengawas KKKS ini menerima tiga
SusÂtaiÂnability Reporting Award 2014 untuk laporan keberÂlanjutan yang diserahÂkan
NaÂtional Centre for Sustainability ReÂporting (NCSR).
Tiga award yang diterima SKK Migas yakni
CommenÂdaÂtion for First Year Report Award; Commendation for First Time G4 Report Award dan CommenÂdation for The Most Impressive Government Institution Report.Ketua Tim Juri Sustainability Reporting Award yang meruÂpakan bekas Menteri LingkuÂngan Hidup Sarwono KusuÂmaatÂmadja memberikan apreÂsiasi atas keikutsertaan SKK Migas dalam ajang itu.
Ini satu hal yang harus kita syukuri. Di tengah semua maÂsalah, SKK Migas tidak berÂsembunyi tetapi bersikap terÂbuka melalui laporan ini. MeÂnurut saya ini istimewa karena bersikap terbuka akan menoÂlong proses perbaikan ke deÂpan,†ujar Sarwono.
Menurutnya, dewan juri yang terdiri dari para ahli dari berbagai universitas terkemuka menilai laporan keberlanjutan yang diserahkan SKK Migas sudah memenuhi persyaratan dan kriteria ketat yang ditetapÂkan dalam anugrah ini.
Chairman NCSR Ali Darwin berharap semakin banyak lemÂbaga negara yang mengikuti langkah ini, karena di negara lain laporan keberlanjutan tidak hanya dilaporkan oleh korpoÂrasi, tetapi juga pemerintah kota, departemen dan lembaga pemerintah lainnya.
NCSR merupakan organisasi non profit yang didirikan pada 2005 oleh lima organisasi terkemuka, yaitu Ikatan AkunÂtan ManajeÂmen Indonesia (IAMI), Forum for Corporate Governance in IndoÂnesia (FCÂGI), Komite NaÂsional KebiÂjakan Governance (KNÂKG), AsoÂsiasi Emiten InÂdonesia (AEI) serta IndoÂnesian-NetherÂlands AssociaÂtion (INA).
Sebelumnya, SKK Migas dan 71 KKKS juga telah meneÂrima apresiasi atas partisipaÂsinya dalam mendukung IndoÂnesia menjadi negara taat azas transparansi atau
Extractive Industries Transparency IniÂtiative (EITI) Compliant CounÂtry dari Kementerian KoorÂdinator Bidang PerekonoÂmian. ***