Wali Kota Palembang nonaktif, Romi Herton, menciptakan dua buah lagu semasa dirinya menjalani penahanan di Rutan Militer POM DAM Jaya Jalan Guntur, Jakarta. Dua lagu itu berjudul "Peristiwa Cinta" dan "Jiwa yang Merdeka".
Dua lagu itu sempat diperdengarkan oleh Romi di sela-sela persidangannya pada Kamis siang (11/12) di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Dia mengajak para pendukungnya yang memang kerap memenuhi persidangan untuk mendengarkan sepasang gubahannya itu.
"Saya mau perdengarkan lagu ciptaan saya," terang dia ke para pendukungnya itu.
Setelah itu, Romi yang tampak mengenakan kemeja putih langsung memperdengarkan lagu "Jiwa yang Merdeka" kepada para pendukungnya. Saat lagu itu diputar, suami Masyito itu sempat ikut bersenandung dan bergoyang sesuai dengan irama lagu.
"Aku takkan menyerah walau hidup susah. Jangan menangis, kuatkan hatimu karena kami jiwa yang merdeka," terang Romi menyanyikan sepenggal lirik lagu "Jiwa yang Merdeka".
Pria kelahiran Metro, Lampung, 19 April 1965 ini menyatakan, dia membuat lirik lagu "Jiwa yang Merdeka" bersama dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, yang adalah terpidana kasus korupsi. Lagu itu, kata dia, menggambarkan suatu semangat.
"Menggambarkan jangan bersedih, jangan ada air mata, karena kita punya jiwa yang merdeka. Merdeka untuk berjuang demi kepentingan masyarakat," jelasnya.
Setelah itu, Romi menyanyikan lagu "Peristiwa Cinta". Lagu itu ia persembahkan untuk istrinya, Masyito.
"Peristiwa Cinta itu menggambarkan cinta saya sama Bu Masyito," terangnya.
Ketika ditanya berapa lama proses membuat lagu, Romi mengungkapkan dia memerlukan waktu berbulan-bulan untuk membuat dua lagu itu.
"Dua bulan sampai tiga bulan," terangnya.
Lagu yang dibawakan Romi disambut meriah oleh para pendukungnya. Ibarat fans yang bertemu dengan penyanyi idolanya, penampilan singkat Romi direkam oleh para pendukungnya. Tak hanya sibuk merekam, ada juga di antara mereka yang minta foto bareng dengan Romi.
[ald]