Berita

ilustrasi/net

Dunia

Rusia-Hongaria Sepakati Kerjasama PLTN

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 05:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hongaria dan Rusia menyepakati kerjasama pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada Selasa (9/12).
 
Dua PLTN ini akan dibangun di Hongaria dengan menggunakan teknologi nuklir milik Rusia. Penandatanganan dilakukan oleh Sandor Nagy, CEO MVM Paks  II Nuclear Power Plant Development Ltd., dari Hongaria, bersama dengan Vladimir Savushkin, Senior Vice President-Direktur JSC NIAEP cabang Moskow, yang merupakan bagian dari Rosatom, BUMN milik Rusia.

Kesepakatan ini tertuang dalam tiga buah dokumen utama. Pertama, kerjasama yang mencakup penyediaan teknologi, pasokan perlengkapan, dan pembagunan konstruksi untuk dua pembangkit listrik baru dengan periode hingga 12 tahun ke depan. Dua PLTN yang akan dibangun itu adalah tipe reaktor VVER-1200 yang merupakan teknologi Rusia.


Adapun dokumen kedua adalah kerjasama operasional dan pemeliharaan untuk dua PLTN tersebut. Dokumen yang ketiga mencakup kesepakatan suplai bahan bakar untuk pembangkit yang akan dibangun itu.

"Kontrak yang sangat penting bagi kedua pihak (Rusia dan Hongaria) telah ditandatangani setelah melalui proses yang panjang dalam lima bulan terakhir," ujar wakil pemerintah Hongaria, Attila Aszódi, kepada media. Dia menekankan bahwa PLTN dengan total investasi sebesar 12,5 triliun Euro ini akan tetap dimiliki oleh Pemerintah Hongaria.

Pada 14 Januari 2014 lalu, Rusia dan Hongaria telah menandatangani perjanjian kerjasama penggunaan energi atom untuk tujuan damai. Pada perjanjian awal itu memang telah disepakati bahwa Rosatom akan membangun dua pembangkit listrik di Paks. PLTN di Paks ini menjadi satu-satunya pembangkit dengan kapasitas 2 Gigawatt, dan menghasilkan 42 persen aliran listrik di Hungaria. Dalam membangun pembangkit listrik ini, Rusia akan memberikan pinjaman kepada Pemerintah Hongaria.  [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya